
Koarmabar Berlatih Siaga Tempur di Laut Natuna

Tugas prajurit di luar perang salah satunya berlatih dan berlatih. Kegiatan ini merupakan yang terbesar dilaksanakan Koarmabar. Selanjutnya juga akan ada latihan gabungan seluruh TNI AL dan latihan gabungan seluruh unusr TNI
Batam (Antara Kepri) - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia memberangkatkan unsur KRI yang akan mengikuti Pelatihan Siaga Tempur Laut Koarmabar 2017 di Laut Natuna, Kepulauan Riau.
"Latihan ini melibatkan 19 kapal perang, 3 pesawat udara, 2 tim Komando Pasukan Katak Koarmabar, 2 tim Dislambair Koarmabar, tim Puspenerbal, serta tim Kesehatan dan Medis. Latihan dilaksanakan hingga Laut Natuna," kata Pangarmabar saat memberangkatkan KRI di Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar, Batam, Sabtu sore.
Pelatihan Siaga Tempur Laut Koarmabar 2017 dilaksanakan mulai 18 sampai 22 Mei di Natuna, Kepri, yang merupakan wilayah kerja Koarmabar.
"Pelaksanaan dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap pangkalan meliputi pembekalan, pelayanan kesehatan, olahraga persahabatan dan interaksi sosial yang dikemas dalam berbagai kegiatan. Serta tahap laut meliputi latihan tempur dan manuver lapangan unsur kapal diperairan Laut Natuna," kata Aan.
Dalam latihan bertema "Melalui Gempur Laut Koarmabar 2017 Kita Tingkatkan Kemampuan dan Kesiapan Tempur Jajaran Koarmabar" tersebut dijadikan ajang untuk meningkatkan kemampuan personil dalam mengantisipasi segala bentuk tantangan mempertahankan NKRI.
"Tugas prajurit di luar perang salah satunya berlatih dan berlatih. Kegiatan ini merupakan yang terbesar dilaksanakan Koarmabar. Selanjutnya juga akan ada latihan gabungan seluruh TNI AL dan latihan gabungan seluruh unusr TNI," kata Aan.
Ia mengatakan, Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) sebagai komando uama operasi dan pembinaan memiliki tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan latihan secara bertingkat dan berlanjut untuk membentuk kesiapsiagaan unsur-unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dalam menghadapi operasi.
"Pelatihan seperti ini akan mampu melatih dan menguji kemampuan temput SSAT guna memelihara dan meningkatkan kemampuan tempur secara individu maupun terintegrasi. Latihan ini sekaligus melaksanakan pengendalian laut di wilayah operasi Koarmabar," kata dia.
Menurutnya, sasaran pelatihan tersebut sangat strategis yaitu tercapainya pemantapan kemampuan unsur-unsur Koarmabar, terwujudnya kesiapan unsur-unsur Koarmabar, serta tercapainya peningkatan kemampuan kesiapan temput jajaran Koarmabar.
"Presiden juga meminta agar melaksanakan operasi tempur di wilayah yang sering dilanggar oleh kekuatan lawan. Kegiatan dilaksanakan di Natuna karena Laut Tiongkok Selatan merupakan daerah operasi yang mengalami kontijensi akibat gelar kekuatan lawan unuk mengklaim kepemilikan suatu wilayah yang disebut sebagai 'nine dash line'," kata Aan.
Latihan tersebut akan ditutup di Tanjunguban, Bintan, pada 22 Mei yang juga akan dilaksanakan berbagai kegiatan sosial oleh unsur yang terlibat.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
