Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam Geser 50 Rumah Sei Beduk

Rabu, 7 Juni 2017 10:59 WIB
Image Print
Kebetulan rumahnya bukan permanen, kami geser saja. Kami angkut rumahnya dan kami buat semen lantai di posisi barunya, jadi tidak di tanah begitu

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau akan menggeser 50 unit rumah yang berada di bantaran saluran air di Kecamatan Sei Beduk untuk keperluan pelebaran drainase.

"Kalau tidak dibuka, tidak lancar aliran airnya, jadilah banjir," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Selasa.

Pemerintah telah melakukan sosialisasi dan memberikan surat peringatan kepada warga yang tinggal di sekitar saluran air.

Rudi berharap masyarakat menerima dan mendukung keputusan pemerintah itu, demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Pemerintah akan membantu warga yang rumahnya digeser menjauhi drainase.

"Kebetulan rumahnya bukan permanen, kami geser saja. Kami angkut rumahnya dan kami buat semen lantai di posisi barunya, jadi tidak di tanah begitu," kata Rudi.

Pemkot akan melebarkan drainase yang langsung mengarah ke laut itu ke laut hingga 50 meter agar air mengalir lebih lancar. Pengerjaan pelebaran itu dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri.

Pelebaran drainase perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi banjir. Karena menurut Wali Kota, potensi banjir tahun ini lebih besar mengingat volume hujan lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota mengajak masyarakat merubah perilaku dengan tidak membuang sampah sembarangan dan lebih mencintai lingkungan.

Pemkot juga meminta warga menghindari kegiatan pemotongan lahan dan memdirikan bangunan di atas drainase.

"Kalau 'cut and fill' sudah saya perintahkan untuk dihentikan penerbitan izinnya. Karena mereka lakukan cut and fill tanpa mempertimbangkan akibatnya," kata Wali Kota.

Sedangkan untuk bangunan di atas drainase, ia menegaskan Pemkot akan membongkarnya.

"Hampir semua rumah apalagi yang punya mobil paritnya ditutup. Tiga bulan penuh pasir itu. Kalau semua ketutup, banjir lah itu," ujarnya.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026