Jembatan Anak Tiri Roboh Dihantam Badai

id Jembatan,Anak,Tiri,Roboh,Dihantam,Badai,lingga

Jembatan Anak Tiri yang rubuh dihantam badai (antarakepri.com/Nurjali)

Kejadiannya tadi subuh, dan membawa terbang sebagian material jembatan hingga puluhan meter dari lokasi jembatan
Lingga (Antara Kepri) - Jembatan Anak Tiri di Desa Marok Tua Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga Provinsi Kepri, kembali roboh setelah dihantam angin puting beliung tadi pagi sekitar pukul 04.00 waktu setempat, Rabu.

"Kejadiannya tadi subuh, dan membawa terbang sebagian material jembatan hingga puluhan meter dari lokasi jembatan," kata Sekretaris Desa Marok Tua Andi Kamal kepada Antara. 

Ditambahkannya kejadian terbut di waktu yang sama dengan kejadian sebelumnya yaitu pada pukul 04.00 subuh. Angin berputar dengan sangat cepat dan menghantam bagian tengah jembatan sehingga papan-papan dan tiang jembatan terbawa angin hingga puluhan meter dari jembatan. 

Jembatan yang terbuat dari kayu ini sudah beberapa kali roboh dihantam angin dan roboh saat dilawati warga, bahkan beberapa waktu yang lalu satu unit kaisar tercebur kelaut saat melewati jembatan kayu ini. Andi Kamal mengatakan jembatan tersebut satu-satunya akses jalan menuju ke Desa Maroktua.

Jembatan yang memiliki panjang dua ratus meter lebih ini, dibangun secara gotong oleh masyarakat Desa Marok tua biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat Desa juga cukup besar untuk memperbaiki jembatan yang terbuat dari kayu tersebut.

"Anggaran buat jembatan ini kami selalu gotong royong, kalau gunakan DD atau ADD tidak akan pernah cukup karna nilainya milyaran rupiah," kata Andi.

Pemerintah Kabupaten Lingga sendiri mengaku tidak mampu untuk membangun jembatan yang sangat panjang tersebut, melihat kondisi APBD Kabupaten Lingga yang sangat terbatas. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lingga Neko Wesha Pawelloy saat berkunjung ke desa tersebut. 

Meskipun begitu menurutnya beberapa waktu yang lalu dirinya sempat mendapat kabar baik dari Pemerintah Provinsi Kepri yang telah menganggarkan anggaran milyaran rupiah untuk membangun jembatan tersebut menjadi permanen. Namun kepastian pembangunan tersebut belum dapat disampaikan karena masih menunggu evaluasi dari Mendagri untuk APBD 2018.

"Kabar baik itu sudah kita dengar, tapi kepastiannya kita belum berani sampaikan karna APBD Kepri juga masih dalam tahap Evaluasi," sebut Neko. (Antara)

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar