
Lanal Dabo bantu warga Maroktua menyeberang

Harapannya agar dapat meringankan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Marok Tua Kecamatan Singkepbarat
Lingga (Antara Kepri) - Lanal Dabosingkep membantu warga Desa Maroktua untuk menyeberang dengan meminjamkan dua unit perahu karet lengkap dengan mesin, disebabkan Jembatan Anak Tiri di desa tersebut rubuh dihantam angin puting beliung pada Desember 2017.
"Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi warga Desa Maroktua dalam mengatasi permasalahan jembatan yang roboh yang belum diperbaiki ini," kata Komandan Lanal Dabosingkep Letkol Laut (P) Agus Yudho Kristianto, M.Tr. Hanla kepada Antara, Selasa.
Bantuan ini sebagai wujud perhatian Lanal Dabosingkep terhadap masyarakat di pesisir pantai, terutama para guru dan anak-anak sekolah yang melintasi jembatan tersebut.
"Harapannya agar dapat meringankan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Marok Tua Kecamatan Singkepbarat," kata dia.
Untuk mempermudah pengoperasian perahu karet milik TNI AL tersebut, Komandan Lanal Dabosingkep juga memerintahkan dua orang anggotanya untuk melayani warga yang akan menyeberang menggunakan perahu karet tersebut. Selama ini masyarakat yang akan menyeberang dikenakan biaya Rp2.500 rupiah sampai Rp15.000 rupiah untuk kendaraan roda dua.
Kondisi ponton yang digunakan oleh masyarakat untuk menyebrang juga sangat memperihatinkan, karena dibuat langsung oleh masyarakat dengan menggunakan mesin ponton dan drum bekas yang disusun seperti ponton.
Penyerahan bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Lanal Dabo Singkep dan didampingi Palaksa Mayor Laut (P) Cahyo Pamungkas serta para Perwira Staff dan anggota sambil mengunjungi warga Desa Maroktua untuk melihat langsung kondisi jembatan yang roboh.
Kepala Desa Maroktua Safarudin saat ditemui mengatakan bahwa pihak desa sudah mengajukan anggaran perbaikan untuk jembatan tersebut ke Pemerintah Provinsi Kepri. Dan rencananya jembatan tersebut akan segera diperbaiki mulai Januari 2018 ini.
"Kami terima kasih dan apresiasi kepada Dan Lanal yang telah meminjamkan dua unit perahu karet, dan ini solusi nyata yang kami butuhkan," sebutnya.
Jembatan Maroktua yang dinamakan masyarakat sebagai Jembatan Anak Tiri karena dibangun oleh swadaya masyarakat tanpa bantuan pemerintah setempat. Jembatan ini merupakan satu-satunya jembatan penyeberangan untuk tiba di Ibukota Kecamatan Singkep barat dan Kota Dabo.
Jembatan sepanjang lima ratus meter lebih ini merupakan akses jalan satu-satunya masyarakat Desa Marok tua yang memiliki jumlah kepala keluarga sekitar seribu lebih tersebut.
Editor: Rusdianto
Pewarta : Nurjali
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
