Pemprov Kepri bangun stadion olahraga di Dompak

id stadion olahraga,dompak,tanjungpinang

Ilustrasi: Pulau Dompak. (Antaranews Kepri/josengbie)

Pembangunan stadion olahraga ini sudah lama direncanakan. Baru tahun ini mulai terwujud
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membangun stadion olahraga berskala internasional di Pulau Dompak, Tanjungpinang, mulai 2018.

Kepala Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kepri, Naharudin, di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, stadion olahraga berlokasi di sekitar pusat perkantoran pemerintahan.

"Pembangunan stadion olahraga ini sudah lama direncanakan. Baru tahun ini mulai terwujud," katanya.

Naharudin mengemukakan, pembangunan stadion olahraga di Pulau Dompak membutuhkan anggaran sekitar Rp300 miliar, karena itu dilaksanakan secara bertahap.

Tahun ini akan dibangun lapangan sepak bola, kemudian tahun depan dilanjutkan dengan tribun dan bangunan perkantoran yang dapat dijadikan sebagai sekretariat cabang olahraga.

Pemprov Kepri menargetkan dapat membangun lapangan olahraga lainnya, seperti lapangan atletik, anggar dan lapangan untuk latihan bela diri.

"Rumput yang digunakan di lapangan sepak bola ini berstandar internasional, termasuk luas lapangan. Stadion ini juga dibangun dengan indah," ujarnya.

Ia mengatakan, Pemprov Kepri mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk membangun lapangan sepak bola tersebut.

Pembangunan lapangan sepak bola juga sebagai upaya mendorong pemerintah pusat membantu Kepri membangun tribun atau bangunan lainnya.

Menurut dia, sudah saatnya Kepri memiliki stadion berstandar internasional untuk meningkatkan prestasi atlet.

"Kepri provinsi yang berbatasan dengan negara tetangga, sudah saatnya memiliki stadion olahraga di pusat pemerintahan. Ini menjadi pusat pengembangan para atlet," katanya.

Stadion olahraga di Pulau Dompak akan mempercantik pusat Pemerintahan Kepri.

"Dompak mulai bersolek, tampak indah di siang dan malam hari. Sekarang sudah ada jembatan yang cantik," katanya.

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar