
Wagub Kepri: pers perkuat pengawasan pemerintahan

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto, menyatakan pers memperkuat pengawasan kinerja pemerintahan dalam memberi pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan pembangunan.
"Saya mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi kepada para jurnalis yang sudah mendorong pelaksanaan pelayanan dan pembangunan secara maksimal," ujar Isdianto di Tanjungpinang, Kamis.
Isdianto yang baru dua hari lalu menjabat sebagai wagub mengemukakan, pers selama ini tidak hanya menyebarluaskan informasi yang hanya sekadar informatif, melainkan juga mengingatkan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Isdianto resmi jabat Wagub Kepri
"Sikap kritis yang produktif dalam pemberitaan itu sangat dibutuhkan agar pemerintah melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku," katanya, yang juga mantan Kepala Dispenda Kepri.
Isdianto mengatakan hubungan kemitraan antara pers dengan pemerintah harus ditingkatkan. Hubungan kemitraan yang sehat diharapkan pula dapat mempercepat proses pembangunan.
"Kami sadar jurnalis berperan aktif dalam pembangunan sehingga hubungan kemitraan ini perlu ditingkatkan," ucapnya.
Menyadari peran pers tersebut, Isdianto mulai hari ini akan berkunjung ke ruang redaksi sejumlah media massa di Tanjungpinang. Ia akan meminta langsung kepada pihak redaksi media massa senantiasa mendukung program pembangunan yang telah direncanakan.
"Kami sangat menghormati tugas yang diemban jurnalis. Karena itu kami mendukung kebebasan pers, terutama dalam mengawasi pembangunan," katanya.
Ia mengemukakan Pemerintah Kepri melaksanakan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat dan ketentuan yang berlaku. Selama ini jurnalis juga berperan aktif menjadi penyambung lidah rakyat yang membutuhkan perhatian dari pemerintah.
"Berita-berita seperti itu kami butuhkan," katanya. Baca juga: Kepri setelah Isdianto jabat Wagub Kepri
Editor: Rusdianto
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
