
Rektor: figur tentukan pemenang Pilkada Tanjungpinang

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Prof Syafsir Akhlus, berpendapat, figur yang mencalonkan diri sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang lebih dominan mempengaruhi pemilih dibanding partai.
"Pemilih pasti melihat figur yang mencalonkan diri, bagaimana jejak rekamnya, kemampuannya dan sikap lainnya. Pemilih pasti mempertimbangkan itu dalam menentukan pilihannya," ujar Akhlus di Tanjungpinang, Selasa.
Ia mengemukakan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang nomor urut I, Syahrul-Rahma dan nomor urut 2, Lis Darmansyah-Maya Suryanti, memiliki visi dan misi memajukan Tanjungpinang. Syahrul dan Lis sama-sama memiliki pengalaman di pemerintah, karena lima tahun lalu kedua figur itu berpasangan.
Kedua paslon juga memiliki program kerja yang terukur yang disampaikan dalam Debat Publik tadi malam. Program kerja yang disampaikan dalam kampanye merupakan janji yang harus dipenuhi jika terpilih menjadi wali kota dan wakil wali kota.
"Tampaknya mereka sudah mempersiapkan diri sebagai pemimpin Tanjungpinang ke depan," ucapnya yang dinobatkan menjadi panelis dalam Debat Publik Pilkada Tanjungpinang 2018.
Akhlus berharap siapapun yang terpilih menjadi wali kota dan wakil wali kota dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah. Kepala daerah juga memiliki kewajiban meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah yang dipimpinnya.
Sejauh ini, menurut dia ibu kota Kepulauan Riau ini relatif aman. Bahkan dibanding ibu kota provinsi lainnya, Tanjungpinang tempat yang paling nyaman.
Namun nyaman dan aman tidak cukup, melainkan harus tetap membangun hingga seluruh kebutuhan masyarakat, fasilitas publik dan pelayanan meningkat.
"Sentuhan yang perlu dilakukan aman, nyaman dan maju. Karena itu, butuh ragam kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan," ujarnya.
Akhlus juga berharap masyarakat bersama-sama mengawal pilkada hingga selesai. Masyarakat memiliki kapasitas untuk bersama-sama menciptakan pilkada yang bermartabat, adil, jujur, terbuka, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Tim sukses, kader partai dan simpatisan pasti memiliki harapan. Itu biasa dalam kehidupan berdemokrasi. Namun yang lebih penting dari itu bersama-sama menjaga stabilitas daerah sehingga kita harus menjadi pemilih yang bermartabat untuk menghasilkan pilkada yang bermartabat pula," tuturnya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
