HKI Hadirkan 100 operator untuk pelajari OSS

id HKI Provinsi Kepri,Himpunan Kawasan Industri,pelatihan,OSS,online single submission,batam

Ketua tim persiapan OSS Kemenko Perekonomian, Muwasiq (kanan) memberikan penjelasan terkait progam OSS kepada para pelaku usaha di Kota Batam Provinsi Kepri. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Tapi kita merasa perlu dilatih lagi dan kita berharap BP Batam bisa menyediakan tempat
Batam (Antaranews Kepri) - Himpunan Kawasan Industri Provinsi Kepulauan Riau menghadirkan 100 orang operator untuk mempelajari sistem Online Single Submission (OSS) yang disampaikan ketua tim persiapan OSS Kemenko Perekonomian, Muwasiq M Noor pada Kamis. 

"Kita datangkan 100 orang yang bukan di tingkat pimpinan tapi operator," kata Ketua Koordinator HKI Provinsi Kepri, OK Simatupang, di Batam, Jumat. 

Namun kata OK, sayangnya tidak ada kesempatan bagi para operator untuk mencoba aplikasi OSS. 

"Mungkin waktunya tidak cukup, padahal saya mengharapkan kita bisa aplikasi sekalian, karena yang 100 orang tadi bawa laptop semua," ujar OK. 

OK berharap BP Batam dapat memberikan pelatihan tambahan kepada para operator di kawasan industri guna mengurangi kesalahan saat menggunakan aplikasi OSS. 

"Jujur pada waktu di launching, saya minta semua kawasan industri mengaplikasikan OSS dan hampir semuanya tidak berhasil," ujar OK. 

Hal itu lanjut OK, sempat menjadi pertanyaan besar bagi seluruh kawasan industri. 

Namun kata OK, setelah mendengarkan pemaparan dari Ketua tim persiapan OSS Kemenko Perekonomian, Muwasiq M Noor, pihaknya baru mengetahui bahwa sistem OSS belum sepenuhnya bisa digunakan.

"Tapi kita merasa perlu dilatih lagi dan kita berharap BP Batam bisa menyediakan tempat," kata Muwasiq. 

Sehingga kata OK, apabila operator buntu dapat segera mendapatkan penjelasan mengenai OSS. Terlebih jika ada investor baru yang ingin masuk dan mempertanyakan OSS kepada kawasan industri. 

"Jangan sampai investasi terhambat lagi gara-gara operatornya tidak bisa dan saya berharap di BP Batam ada tempat serta pegawai khusus yang bisa melayani kawasan industri," kata OK. 

Sementara itu, Direktur PTSP BP Batam, Ady Soegiharto mengatakan sejak OSS diluncurkan pihaknya telah menempatkan pegawai untuk membantu setiap orang yang ingin mengisi aplikasi di OSS. 

Selain itu kata Ady, ada juga pelayanan mandiri yang bisa dimanfaatkan.  

"Misalnya banyak yang hadir, kita di lantai tiga ada ruang rapat dan kita buka pakai slide untuk sama-sama isi bareng permohonan di aplikasi OSS," ujar Ady.

Ady mengatakan, untuk masuk ke dalam aplikasi OSS harus menggunakan nama, email dan password yang bersangkutan. 

"Saat ini saya tidak lagi menanggani PMA dan usaha UMKM yang membutuhkan NIB juga sudah kita lakukan," ujar Ady.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar