BUMN Hadir - Sofhiana perkenalkan perigi Air Raja Lancang Kuning

id Sofhiana lestari,siswa mengenal nusantara,SMN,BUMN Hadir untuk negeri

BUMN Hadir - Sofhiana perkenalkan perigi Air Raja Lancang Kuning

Pelajar kelas XI IPS SMA Negeri 6 BATAM, Sofhiana Lestari akan memperkenalkan Kelurahan Air Raja melalui program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) di Kepri. Ia berniat memperkenalkan potensi pariwisata di Pulau Air Raja, di antaranya Perigi Air Raja, dan penangkaran lumba-lumba. (Antaranews Kepri/Saud MC Kashmir)

Melalui SMN ini, saya memang berniat ingin mempromosikan Pulau Air Raja, karena selama ini masyarakat tidak tau potensi apa saja yang ada di Air Raja dan sekitarnya, padahal Pulau Air Raja juga mempunyai potensi pariwisata yang bagus
Batam (Antaranews Kepri) - Lancang Kuning, bagi sebagian besar masyarakat Kepulauan Riau, khusus Melayu pesisir tentunya tidak asing lagi dengan nama tersebut. 

Bahtera yang dinyanyikan berlayar pada malam hari tersebut memiliki banyak versi kisah rakyat. Satu di antaranya adalah persinggahan Lancang Kuning di Pulau Air Raja, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Dalam hal ini, mungkin tidak banyak yang tau tentang Air Raja itu sendiri dan kaitannya dengan kisah Lancang Kuning di daerah tersebut. 

Oleh karena itu, satu dari 24 peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018, Sofhiana Lestari akan memperkenalkan kampung halamannya tersebut melalui program SMN di Kepri yang diselenggarakan oleh PT Pelindo 1 Tanjungpinang, LKBN Antara Biro Kepri, dan Persero Batam.

Kata pelajar XI IPS SMA Negeri 6 BATAM ini, kisah rakyat tetang Air Raja sangat erat hubungannya dengan Lancang Kuning, dan nama Pulau Air Raja itu sendiri berasal dari sebuah perigi yang disebut "Perigi Air Raja". 

Dia menceritakan, konon suatu ketika, alkisah seorang dato' berlayar menggunakan Lancang Kuning menuju Tumasik atau yang kini dikenal dengan nama Singapura.

"Dalam pelayaran, tiba-tiba bahtera mengalami kerusakan dihantam ombak, sehingga Lancang Kuning mencari tempat berlabuh untuk diperbaiki, labuhan tersebut berada persis di suatu pulau tak berpenghuni," tutur anak pasangan Rahim dan Jenah ini.

Akan tetapi, selama proses perbaikan, perbekalan para awak habis, termasuk perbekalan air. Sehingga dalam perjalanan mencari air di pulau tak berpenghuni tersebut, dato' memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk diberikan petunjuk, sampai akhirnya sang dato' memukul sebuah batu di depannya.

"Keluarlah air dari masing-masing batu yang terbelah tersebut, sehingga diberi nama Srikandi, dan Putri Cahaya Nilam yang diambil dari nama putri dato' itu, hingga disebut Perigi Air Raja," ungkapnya.

Sambung pemilik hoby olahraga volly tersebut, wisatawan yang datang ke Perigi Air Raja selalu mengambil air untuk dikonsumsi dengan kepercayaan dapat menyembuhkan penyakit dan untuk keperluan lain.

Mengenai kisah selanjutnya, Wakil Ketua Osis SMA Negeri 6 Batam ini akan menyampaikannya langsung kepada teman-teman SMN di daerah tujuan nanti.

"Melalui SMN ini, saya memang berniat ingin mempromosikan Pulau Air Raja, karena selama ini masyarakat tidak tau potensi apa saja yang ada di Air Raja dan sekitarnya, padahal Pulau Air Raja juga mempunyai potensi pariwisata yang bagus," ucapnya.

Contoh lain adalah arena bersepeda gunung yang terkenal memiliki rintangan penuh tantangan. 

"Selain itu, Air Raja juga berdekatan dengan penakaran lumba-lumba, dan masih banyak lagi," tegas dia yang juga ahli dalam ceramah, dan membuat pantun, serta puisi tersebut.

Bercita-cita sebagai seorang guru, Sofhiana berharap SMN dapat membuatnya lebih berkembang, mandiri, berwawasan, dan mendapatkan ilmu bermanfaat.

"Karena pengalaman dan ilmu yang didapat, akan Sofhiana ajarkan kepada teman-teman di Pulau Air Raja, supaya lebih berfikiran maju untuk merubah bangsa Indonesia ini juga maju," ucapnya.

Baca juga: BUMN Hadir - Sri Wahyuni ingin perkenalkan pariwisata Kota Batam

Baca juga: BUMN Hadir - Rizky: SMN tambah pengalaman dan wawasan
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar