Logo Header Antaranews Kepri

Pengembang bangun 1.000 rumah bersubsidi di Karimun

Kamis, 30 Agustus 2018 22:35 WIB
Image Print
Ilustrasi rumah bersubsidi. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Menurut dia, animo masyarakat terbilang tinggi untuk membeli rumah yang disubsidi oleh pemerintah.

Karimun (Antaranews Kepri) - Sejumlah pengembang membangun lebih dari 1.000 unit rumah bersubsidi di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, kata Korwil DPD REI Kabupaten Karimun Provinsi Kepri Supriyanto.

"Sudah seribuan yang dibangun beberapa pengembang. Semuanya di Pulau Karimun Besar," kata Supriyanto di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Supriyanto mengatakan saat ini beberapa pengembang juga sedang membangun ratusan rumah bersubsidi, antara lain di Kecamatan Meral dan Tebing, dan sebagian besar sudah terjual.

Menurut dia, animo masyarakat terbilang tinggi untuk membeli rumah yang disubsidi oleh pemerintah.

"Perumahan bersubsidi yang sedang saya bangun sendiri, yakni di Kecamatan Meral sudah habis terjual. Dan sekarang saya tambah lagi lebih dari 100 unit di lokasi yang sama," kata Supriyanto yang juga pengembang PT Sinar Suman Priyanto.

Dia mengatakan tidak ada target pembangunan rumah bersubsidi, namun secara nasional ditargetkan sebanyak sejuta unit dalam kurun lima tahun.

"Sesuai dengan namanya, Program Sejuta Rumah," kata dia.

Mengenai lahan, dia mengatakan sebagian besar pengembang sudah memiliki lahan sendiri, sehingga tidak perlu lagi membeli lahan.

Supriyanto mengatakan Program Sejuta Rumah yang merupakan program unggulan Presiden Joko Widodo yang menawarkan berbagai kemudahan bagi konsumen.

Calon konsumen mendapatkan keringanan uang muka berkisar Rp1 juta sampai Rp11 juta, dan cicilan ringan mulai dari Rp864.000 per bulan untuk masa angsuran selama 20 tahun, sampai Rp1.394.000 per bulan untuk masa angsuran 10 tahun.

Untuk persyaratan, kata dia, cukup mudah, di antaranya melampirkan fotokopi KTP, kartu keluarga, slip gaji asli, fotokopi surat nikah bagi yang sudah berkeluarga, NPWP, fotokopi SK PNS bagi yang berstatus pegawai negeri sipil, dan persyaratan lainnya.

Kemudian, persyaratan surat keterangan penghasilan dari lurah bagi yang berpenghasilan tidak tetap.

"Rumah bersubsidi itu semuanya type 36/84, dengan dua kamar. Pengembang juga memberikan kemudahan untuk uang muka yang bisa dicicil setiap bulannya sebelum akad kredit di bank," kata dia.

Supriyanto mengatakan, ke depan program rumah bersubsidi diarahkan untuk anggota Polri yang telah menjadi anggota Asabri.

Secara terpisah, seorang konsumen Yan Turnip mengaku sangat terbantu dengan adanya program rumah bersubsidi.

Yan Turnip yang membeli rumah bersubsidi di Kecamatan Tebing mengatakan hanya membayar cicilan sebesar Rp983.000 per bulan dengan masa angsuran selama 15 tahun.

"Kalau ngontrak tidak jauh beda, paling selisih Rp100.000. Lama-lama kan jadi milik sendiri," kata dia.

Sedangkan uang muka yang besarnya Rp14 juta, hanya dibayar sebesar Rp11 juta karena disubsidi sebesar Rp3 juta.

"Uang muka itu saya cicil selama satu tahun. Jadi saya yang berpenghasilan pas-pasan sangat terbantu dengan program ini," ujarnya. (Antara)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026