RSUD Karimun kini punya laboratorium patologi anatomi

id RSUD,M Sani,Karimun,laboratorium,patologi,anatomi,Aunur Rafiq

RSUD M Sani, Kabupaten Karimun. (Antaranews Kepri/Rusdianto))

Hasil diagnosa melalui alat patologi anatomi hampir 100 persen. Tinggal bagaimana tindakan medisnya, apakah bisa dirawat di sini atau harus dirujuk di rumah sakit lain
Karimun (Antaranews Kepri) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, kini mempunyai laboratorium patologi anatomi yang berfungsi untuk diagnosa awal penyakit kanker.

Laboratorium patologi anatomi tersebut diresmikan Bupati Karimun, Aunur Rafiq bertepatan dengan hari ulang tahun RSUD Muhammad Sani ke-15, Kamis.

"Pemerintah daerah mengapresiasi manajemen RSUD yang terus berinovasi dan berupaya meningkatkan pelayanan, salah satunya dengan hadirnya laboratorium patologi anatomi ini," kata dia di sela peresmian di RSUD M Sani.

Laboratorium patologi anatomi beserta peralatan medisnya dibangun dengan dana APBN yang dialokasikan oleh Kementerian Kesehatan sebesar Rp1,7 miliar.

Meski menggunakan dana APBN, pembangunan laboratorium patologi anatomi tersebut tidak terlepas dari peran aktif manajemen rumah sakit untuk terus menyempurnakan pelayanan dan peralatan medis.

"Makin lengkapnya sarana prasarana tentunya diharapkan mendorong peningkatan pelayanan, sesuai dengan moto RSUD M Sani, cepat, tepat, ramah dan senyum," katanya.

Aunur Rafiq berharap kehadiran laboratorium patologi anatomi ini juga diikuti dengan penambahan spesialis di poliklinik pada tahun depan.

"Selain laboratorium patologi anatomi, RSUD M Sani juga sudah membangun gudang arsip dan barang menggunakan dana BLUD sebesar Rp3,5 miliar. Ini merupakan kado ulang tahun bagi RSUD M Sani sekaligus kado ulang tahun Kabupaten Karimun ke-19 yang jatuh pada 12 Oktober besok," tuturnya.

Sementara itu, Direktur RSUD M Sani Zulhadi mengatakan, pembangunan laboratorium patologi anatomi ini dilatarbelakangi makin banyaknya pasien kanker. Dalam satu bulan, kata dia, jumlah pasien kanker bisa mencapai 7 orang.

Dengan adanya laboratorium ini, kata dia, RSUD M Sani bisa melakukan diagnosa awal terhadap pasien yang diduga mengidap kanker.

"Hasil diagnosa melalui alat patologi anatomi hampir 100 persen. Tinggal bagaimana tindakan medisnya, apakah bisa dirawat di sini atau harus dirujuk di rumah sakit lain," kata dia.

Zulhadi mengatakan di Karimun, pasien kanker serviks paling banyak ditemukan, kemudian kanker paru-paru dan kanker payudara.

Selain peresmian laboratorium patologi anatomi, HUT RSUD M Sani ke-15 juga diisi dengan bakti sosial berupa sunatan massa dan donor darah.
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar