Salud jadi garda terdepan keselamatan berlalu lintas

id Salud, kepri, riau, BPTD Kepri-riau

Direktur keselamat Dirjen Perhubungan darat Kemenhub bersama Kanwil BPTD Riau-Kepri saat wawancara di RRI Batam, Rabu (7/11). (Nurjali)

Dengan adanya kegiatan sosialisasi keselamatan ini, kita berharap tidak ada lagi emak-emak yang lampu sein nya ke kanan tapi beloknya ke kiri
Batam (Antaranews Kepri) - Direktur Keselamatan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI mengharapkan agar komunitas Sadar Lalu Lintas Usia Dini (Salud) di Provinsi Kepulauan Riau, dapat berkembang dan menjadi agen perubahan keselamatan berlalu lintas di seluruh Indonesia.

"Salud baru terbentuk  di dua  provinsi yakni  Riau dan Kepri  berawal dari gebrakan  BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) Wilayah IV  Riau/Kepri. Nantinya akan menjadi program nasional," kata Direktur Keselamatan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Muhammad Risal Wasal, kepada Antara, Rabu.

Dengan adanya komunitas Salud di Kepri ini, dirinya berharap agar pelanggaran-pelanggaran lalu lintas di jalan raya dapat dikurangi dan ditekan. Sehingga apa yang menjadi harapan pemerintah dan harapan masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas ini dapat dilakukan tidak hanya Kementerian Perhubungan, Kepolisian atau lembaga pemerintah lainnya.

Namun lebih dari itu perhatian kita terhadap keselamatan berlalu lintas ini, dapat menjadi perhatian bagi seluruh komponen masyarakat yang dimulai dari usia dini. Angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya saat ini terus mengalami peningkatan, meskipun secara nasional ada penurunan namun penurunan tersebut belum terlalu signifikan. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan sedikitnya lima sampai tujuh orang per satu jamnya, meninggal akibat kecelakaan dijalan raya.

"Dengan adanya ini, kita berharap tidak ada lagi emak-emak yang lampu sein nya ke kanan tapi beloknya ke kiri," ujarnya.

Risal berharap  pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas dan penggunaan rambu-rambu lalu lintas dapat lebih ditekankan lagi. Mulai dari anak-anak usia dini, orang tuanya, para guru-gurunya hingga kemasyarakat umum lainnya. 

Jadi kedepan Salud ini tidak hanya berdiri di provinsi tapi juga akan merambah, ke kabupaten/kota dan terus membentuk cabang-cabang Salud lainnya hingga ketingkat terbawah. Sehingga kedepan nanti akan terbentuk komunitas-komunitas Salud, melalui kelompok-kelompok bermain dan komunitas-komunitas ditingkatan lainnya.

"Ini ide yang luar biasa, kita berharap konsep ini mendapat dukungan dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota sehingga kita bersama-sama dapat menekan angka kecelakaan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya," sebutnya. (Antara) 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar