KPU Kepri ingatkan pers taati aturan kampanye

id KPU Kepri,iklan,kampanye,media

KPU Kepri ingatkan pers taati aturan kampanye

ILUSTRASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU). (ANTARA FOTO/Rudi Mulya)

Peran pers sangat strategis pada pemilu, karena itu `godaan` yang dihadapi juga besar. Kami berharap pers tidak terpengaruh, dan tetap menyajikan karya jurnalistik yang dibutuhkan publik
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kepulauan Riau (KPU Kepri) mengingatkan pers memahami dan menaati peraturan kampanye Pemilu 2019.

"Kami berharap pihak media massa tidak melanggar ketentuan kampanye. Jangan sampai menjadi bagian pelanggaran kampanye," kata Komisioner KPU Kepri Priyo Handoko, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Jumat.

Priyo mengatakan partai politik diberi waktu 21 hari untuk memasang iklan kampanye di media massa berdasarkan Peraturan KPU Nomor 23 tahun 2018 Pasal 37 tentang kampanye. Dalam ketentuan itu juga diatur materi iklan kampanye tersebut berisi visi, misi, dan program peserta pemilu.

Materi iklan kampanye tersebut dapat dimuat dalam bentuk tulisan, gambar, hingga suara. Namun KPU membatasi banyak dan durasi iklan kampanye tersebut.

Saat ini, kata dia peserta pemilu belum diperbolehkan berkampanye melalui media massa.

"Kampanye di media massa mulai 24 Maret-13 April 2019. Artinya, iklan di media massa harus dihentikan saat masa tenang," ucapnya, yang juga mantan wartawan media nasional.

Menjelang pemilu, kata dia wartawan potensial dihadapkan dengan berbagai persoalan, salah satunya "godaan" dari oknum tertentu yang memiliki kepentingan terhadap pemilu. KPU yakin pers tetap mengutamakan idealisme dan independen sehingga dapat melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas.

"Peran pers sangat strategis pada pemilu, karena itu `godaan` yang dihadapi juga besar. Kami berharap pers tidak terpengaruh, dan tetap menyajikan karya jurnalistik yang dibutuhkan publik," katanya.

Bawaslu Kepri belum lama ini melayangkan surat kepada sejumlah media massa. Surat itu sebagai imbauan agar media massa tidak melanggar ketentuan kampanye.

"Surat itu sebagai upaya sosialisasi ketentuan kampanye sekaligus imbauan," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar