
Warga Batam ziarah kubur jelang Ramadhan

Batam (ANTARA) - 
Sejumlah warga Kota Batam, Kepulauan Riau, mulai melaksanakan tradisi ziarah kubur, menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriyah.
"Ini pertama kalinya kami melaksanakan ziarah kubur, setelah orang tua kami meninggal beberapa bulan lalu," kata Diana yang ditemui di tempat pemakaman umum Sei Panas, Jumat.
Menurut dia, ziarah kubur adalah tradisi, bukan ajaran agama yang harus dilakukan.
Ia menyatakan percaya, doa bisa disampaikan di mana saja, tidak harus datang ke pemakaman.
Dalam ziarah, Diana dan keluarganya menaburkan bunga, dan membacakan Al Fatihah yang disambung dengan Surat Yasin untuk orang tuanya.
Sementara itu, penjual kembang, Natalia, mengatakan biasanya ziarah kubur ramai dilakukan pada akhir pekan menjelang Ramadhan.
"Karena Ramadhan mulai Senin, jadi sepertinya, akan ramai sekali pada Sabtu dan Minggu besok," kata Natalia.
Natalia adalah warga sekitar yang masih duduk di SMP. Ia mengatakan, menjual bunga dilakukannya hanya saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Sedangkan saat hari-hari biasa, ia siaga di sekitar pemakaman, untuk membantu membersihkan makam orang yang datang berziarah.
Bunga yang dijualnya merupakan campuran dari daun pandan, bunga kertas dan bunga kamboja yang dikemas dalam plastik. Dua plastik dijual seharga Rp5.000.
Daun pandan dibelinya dari pasar, sedangkan bunga kertas dan bunga kamboja dicarinya sendiri.
"Kalau bunga kertas, cari dari luar. Kalau kamboja diambil di sekitar pemakaman, kan banyak," kata dia.
Baca juga: Tradisi ziarah kubur berkah bagi penjual bunga
Baca juga: Rezeki pembaca tahlil makam jelang Ramadhan
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor:
Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
