Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam periksa kesehatan hewan kurban

Senin, 5 Agustus 2019 21:42 WIB
Image Print
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis (ANTARA/Naim)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam mengecek kesehatan hewan kurban, demi memastikan seluruhnya sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat untuk peringatan Idul Adha.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis di Batam, Senin, mengatakan timnya langsung turun ke lokasi penjualan hewan kurban untuk mengecek kesehatan.

Hingga akhir pekan lalu, pihaknya sudah mengecek kondisi antemortem 13.138 ekor hewan kurban yang dijajakan pedagang di penjuru Batam, dan umumnya, hewan dalam kondisi baik.

"Hanya beberapa ekor yang tidak sehat akibat perjalanan jauh. Namun jenis penyakit yang diderita bersifat ringan dan biasanya akan sembuh dalam 3-4 hari," kata dia.

Timnya juga menemukan hewan kurban yang menderita patah kaki. Pihaknya menginstruksikan pedagang untuk tidak memperjualbelikannya.

Ia mengatakan, hewan kurban di Batam umumnya berasal dari Lampung, Jawa, dan Bali.

Selain pemeriksaan kesehatan hewan dalam kondisi hidup, DKPP juga akan turun saat penyembelihan bekerja sama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Kepulauan Riau dan Balai Karantina Pertanian Batam.

Sebelumnya, Pemkot Batam menolak 61 ekor sapi kurban yang masuk dari Kuala Tungkal, Riau karena tidak dilengkapi hasil uji laboratorium bebas Virus Jembrana.

Mardanis mengatakan pemerintah kota setempat ketat dalam menangani Virus Jembrana, karena menular dan bisa membahayakan hewan kurban lainnya.

"Untuk manusia tidak membahayakan, tapi kepada sapi lain, iya. Bisa terkena semuanya nanti," kata dia.

Oleh karena itu, pemkot tidak akan mengizinkan sapi yang tidak memiliki sertifikat bebas Virus Jembrana dari laboratorium untuk memasuki wilayah Batam.



Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026