Polsek Meral lakukan diversi terhadap anak terlibat curanmor

id Residivis Curanmor,Anak berhadapan dengan hukum

Polsek Meral lakukan diversi terhadap anak terlibat curanmor

Dua tersangka kasus curanmor yang ditangkap Polsek Meral, salah satunya anak di bawah umur. (ANTARA/Dokumentasi Polsek Meral)

Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Kepolisian Sektor Meral, Resor Karimun  akan melakukan diversi terhadap seorang anak di bawah umur yang diduga terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor.

"Yang masih anak-anak rencana hari Selasa mau kita diversi," kata Kapolsek Meral AKP Hadi Sucipto ketika dikonfirmasi melalui aplikasi pesan instan Whatsapp, Sabtu.

Proses diversi terhadap anak berhadapan dengan hukum diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Dalam Pasal 1 angka 1 undang-undang tersebut disebutkan tentang diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum, yaitu sebuah proses pengalihan penyelesaian perkara  anak  dari  proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Hadi Sucipto menjelaskan, anak di bawah umur (16 tahun) yang akan menjalani proses diversi tersebut diduga terlibat kasus curanmor bersama tersangka IB (19 tahun), warga Parit Lapis, Kecamatan Meral.

Keduanya ditangkap Unit Reskrim Polsek Meral pada Kamis (3/10) di Seiraya, Meral.

Kedua tersangka, kata dia, diduga mencuri sepeda motor Yamaha Vega warna biru hitam BP 4492 HK, milik korban Rizal Efendi dengan TKP di depan sebuah bengkel dekat Perumahan Taman Mutiara Karimun, Seiraya Meral pada 28 September 2019.

"Motor korban berhasil kita amankan dengan kondisi nomor rangka dan nomor mesin sudah dirusak dengan pahat oleh pelaku," kata Kapolsek.

Kapolsek menambahkan tersangka IB merupakan residivis yang sudah empat kali terlibat kasus curanmor.

Dia disangkakan melanggar Pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun.

Sedangkan tersangka lain yang masih di bawah umur berlaku Undang-undang Sistem Peradilan Anak, yaitu melalui proses diversi, kata AKP Hadi Sucipto.
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar