
TPID Kepri ingatkan potensi risiko inflasi akibat COVID-19

Batam (ANTARA) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau mengingatkan potensi risiko inflasi pada Mei 2029 yang disebabkan pandemi COVID-19.
"Beberapa potensi risiko inflasi pada Mei 2020 yang perlu diwaspadai, antara lain kelancaran distribusi dan pasokan bahan pangan seiring perkembangan penyebaran COVID-19," kata Wakil Ketua TPID Kepri Musni Hardi K Atmaja, Minggu.
Karenanya, untuk mengendalikan inflasi Mei 2020, TPID fokus pada kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan seiring dengan meluasnya penyebaran COVID-19 yang berdampak pada terbatasnya aktivitas perdagangan maupun transportasi.
"Upaya untuk memastikan ketersediaan bahan makanan dengan memantau harga pangan strategis, memastikan tidak ada penimbunan, menjaga kelancaran arus distribusi bahan pangan terus dilakukan," kata dia.
Selain potensi risiko inflasi dari distribusi bahan pangan, meningkatnya permintaan bahan pangan masyarakat pada Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri juga bisa menyebabkan kenaikan harga.
Kemudian, peningkatan ekspektasi inflasi dari pedagang dan konsumen pada Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri juga bisa menyebabkan inflasi.
"Potensi peningkatan harga bawang merah seiring terbatasnya pasokan karena belum masuknya panen raya di sentra pemasok serta kenaikan harga emas perhiasan seiring kenaikan harga di pasar dunia," kata dia.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan TPID mendorong penjualan bahan pangan secara dalam jaringan (online), agar distribusi lancar.
"Penguatan sinergitas, kolaborasi serta sinkronisasi kebijakan akan terus dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional sebesar 3 ± 1 persen (yoy)," kata dia yang juga Kepala BI Kepri.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor:
Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
