Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang, Kepri, Hantoni menduga kebakaran bengkel galangan kapal di Kelurahan Kampung Bugis disebabkan adanya arus pendek listrik.
"Juga terjadi ledakan keras di bengkel kapal dan saat ini masih dilakukan penyelidikan," katanya di Tanjungpinang, Sabtu (23/1).
Menurut dia kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, gudang yang difungsikan sebagai bengkel galangan kapal tersebut ludes terbakar.
"Tiga kapal yang tengah bersandar di bengkel itu pun hangus terbakar," katanya.
Hantoni menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, Jumat (22/1) malam. Lokasi kebakaran diperkirakan sekitar 50 meter dari dermaga jembatan lingkar Kampung Bugis.
Dikatakannya, api berhasil dipadamkan dengan menggunakan mesin floting pump dua unit dan satu unit mesin portable dengan dbantu mobilisasi oleh pompong milik penambang sekitar, serta dari Polair Polres Tanjungpinang dan kapal tugboat serta penambang air bersih di laut dari kapal sekitar.
"Proses pemadaman api dan pendinginan berlangsung sampai dengan pukul 23.50 WIB," katanya.
Seorang warga sekitar yang menyaksikan kebakaran itu Zainal Takdir menyatakan bengkel galangan kapal tersebut milik seorang pengusaha Tionghoa yang akrab disapa Combet.
Bengkel kapal itu sudah beroperasi puluhan tahun. Sejumlah warga Kampung Bugis bekerja menggantungkan nasibnya di bengkel tersebut.
"Kasihan juga dengan nasib pekerja di situ, dengan adanya kejadian ini mereka tentu kehilangan mata pencaharian," kata Zainal.
Sementara itu Wali Kota Tanjungpinang Rahma menyampaikan ungkapan turut prihatin atas kejadian dan musibah yang terjadi. Karena pekan sebelumnya, peristiwa kebakaran juga melanda rumah seorang warga pesisir di Teluk Keriting.
Dia mengimbau masyarakat Tanjungpinang lebih meningkatkan kewaspadaan agar musibah ini tidak lagi terjadi.
"Cuaca juga tengah ekstrem. Sebaiknya warga berhati-hati, apalagi yang dtinggal di daerah pesisir," demikian Rahma.
Komentar