Pengungsi asal Afghanistan coba bunuh diri
Senin, 25 Oktober 2021 14:24 WIB
Hotel Bhadra, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau sebagai tempat tinggal ratusan imigran asal Afghanistan, Sudan, Pakistan dan Somalia (Nikolas Panama)
Tanjungpinang (ANTARA) - Salah seorang pengungsi asal Afghanistan yang tinggal di Hotel Bhadra, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau mencoba bunuh diri, namun berhasil diselamatkan oleh teman-temannya.
"Rekan kami mencoba bunuh diri, namun nyawanya berhasil diselamatkan. Sekarang masih dirawat di rumah sakit," kata Alzobier Pasha, salah seorang pengungsi asal Sudan, di Hotel Bhadra, Senin.
Menurut dia, Hotel Bhadra menyimpan duka dari para pengungsi. Upaya bunuh diri bukan hanya pertama kali terjadi, melainkan sudah berulang kali.
Sebanyak 14 orang pengungsi asal Afghanistan meninggal dunia dengan cara bunuh diri. Mereka dikebumikan di lokasi pemakaman umum yang tidak jauh dari Hotel Bhadra.
"Depresi yang sangat tinggi selama bertahun-tahun mengakibatkan mereka mengakhiri hidupnya," ucapnya.
Sementara di Lapangan Pamedan, Kota Tanjungpinang, ratusan pengungsi asal Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa. Aksi ini sudah dua kali dilakukan dalam sebulan terakhir.
Mereka menuntut kejelasan status mereka setelah lebih dari 7 tahun tinggal di Tanjungpinang dan Bintan. Mereka mendesak agar segera diberangkatkan ke negara ketiga untuk memulai hidup yang normal.
Pengungsi asal Afghanistan, Yahya Jamely, mengatakan, para pengungsi ingin hidup normal, sama seperti bangsa yang merdeka lainnya.
"Usia kami terus bertambah, tetapi kami tidak produktif, kehidupan kami dibatasi. Kami minta UNHCR mendengar dan segera membawa kami ke negara ketiga," katanya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Kepri Lis Darmansyah meminta pemerintah daerah membantu para pengungsi dengan meneruskan aspirasi yang disampaikan kepada pemerintah pusat dan UNHCR.
"Kami kaget, miris, dan sedih mendengar ada belasan orang yang bunuh diri. Mereka manusia, sama seperti kita, yang harus dilindungi negara," katanya.
"Rekan kami mencoba bunuh diri, namun nyawanya berhasil diselamatkan. Sekarang masih dirawat di rumah sakit," kata Alzobier Pasha, salah seorang pengungsi asal Sudan, di Hotel Bhadra, Senin.
Menurut dia, Hotel Bhadra menyimpan duka dari para pengungsi. Upaya bunuh diri bukan hanya pertama kali terjadi, melainkan sudah berulang kali.
Sebanyak 14 orang pengungsi asal Afghanistan meninggal dunia dengan cara bunuh diri. Mereka dikebumikan di lokasi pemakaman umum yang tidak jauh dari Hotel Bhadra.
"Depresi yang sangat tinggi selama bertahun-tahun mengakibatkan mereka mengakhiri hidupnya," ucapnya.
Sementara di Lapangan Pamedan, Kota Tanjungpinang, ratusan pengungsi asal Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa. Aksi ini sudah dua kali dilakukan dalam sebulan terakhir.
Mereka menuntut kejelasan status mereka setelah lebih dari 7 tahun tinggal di Tanjungpinang dan Bintan. Mereka mendesak agar segera diberangkatkan ke negara ketiga untuk memulai hidup yang normal.
Pengungsi asal Afghanistan, Yahya Jamely, mengatakan, para pengungsi ingin hidup normal, sama seperti bangsa yang merdeka lainnya.
"Usia kami terus bertambah, tetapi kami tidak produktif, kehidupan kami dibatasi. Kami minta UNHCR mendengar dan segera membawa kami ke negara ketiga," katanya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Kepri Lis Darmansyah meminta pemerintah daerah membantu para pengungsi dengan meneruskan aspirasi yang disampaikan kepada pemerintah pusat dan UNHCR.
"Kami kaget, miris, dan sedih mendengar ada belasan orang yang bunuh diri. Mereka manusia, sama seperti kita, yang harus dilindungi negara," katanya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia tunggu lampu hijau dari Palestina sebelum evakuasi warga Gaza ke Galang
08 August 2025 16:02 WIB
Sejumlah warga usir 152 pengungsi Rohingya dari depan kantor Kemenkumham Aceh
08 November 2024 7:23 WIB, 2024
Militer Israel keluarkan peringatan evakuasi ke pengungsi di Bureij-Gaza
05 October 2024 17:25 WIB, 2024
Sebanyak 13.500 warga Suriah meninggalkan Lebanon akibat serangan Israel
27 September 2024 8:16 WIB, 2024
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Nadiem Makarim jalani sidang pembacaan tuntutan kasus dugaan korupsi Chromebook
13 May 2026 11:47 WIB