BNI dukung PLN percepat ekosistem kendaraan listrik melalui SPKLU
Selasa, 5 April 2022 13:57 WIB
Stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU. ANTARA/HO-PLN
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendukung PT PLN (Persero) mengembangkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dalam rangka mempercepat pembentukan ekosistem kendaraan listrik.
Hal ini dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait pembiayaan pembangunan dan pengembangan SPKLU dengan PT PLN.
"Ekonomi berkelanjutan ini menjadi target kita. Selain karena ini adalah isu yang akan di bawa di G20, BNI memiliki fokus tersendiri untuk mendukung sektor hijau," kata Corporate Secretary BNI Mucharom di Jakarta, Selasa.
Pengembangan SPKLU diyakini dapat meningkatkan layanan dan memperluas jangkauan stasiun pengisian yang akan berdampak pada peningkatan minat masyarakat dalam memiliki kendaraan listrik.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan transisi energi merupakan upaya mutlak yang harus dilakukan untuk menghadirkan ruang hidup lebih baik bagi generasi mendatang.
Sejauh ini PLN gencar membangun SPKLU yaitu sebanyak 120 SPKLU di 92 lokasi dari total 267 unit di 195 lokasi di Indonesia hingga Februari 2022.
Sementara dalam forum Energy Transition Working Group (ETWG) 1 yang digelar pada 24 Maret 2022, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan Indonesia sangat mendukung pencapaian target net zero emission pada 2060.
Langkah pengurangan emisi salah satunya melalui sektor kelistrikan seperti pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) serta peningkatan inovasi dan teknologi untuk pengurangan emisi karbon.
"Indonesia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dan berdiskusi tentang teknologi yang ramah lingkungan, berkelanjutan dan affordable," tegas Arifin.
Sebagai informasi, BNI berkomitmen untuk mendorong peningkatan pembiayaan hijau yang tercermin dari realisasi portofolio hijau sebesar Rp172,4 triliun atau 29,6 persen dari total portofolio kredit BNI.
Realisasi pembiayaan hijau tersebut naik 23,67 persen (yoy) dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp139,4 triliun dengan porsi 25,4 persen dari total portofolio kredit BNI.
Kredit untuk sektor energi baru dan terbarukan tercatat telah mencapai Rp9,5 triliun yang secara khusus diberikan pada energi hidro, solar dan biogas.
Hal ini dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait pembiayaan pembangunan dan pengembangan SPKLU dengan PT PLN.
"Ekonomi berkelanjutan ini menjadi target kita. Selain karena ini adalah isu yang akan di bawa di G20, BNI memiliki fokus tersendiri untuk mendukung sektor hijau," kata Corporate Secretary BNI Mucharom di Jakarta, Selasa.
Pengembangan SPKLU diyakini dapat meningkatkan layanan dan memperluas jangkauan stasiun pengisian yang akan berdampak pada peningkatan minat masyarakat dalam memiliki kendaraan listrik.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan transisi energi merupakan upaya mutlak yang harus dilakukan untuk menghadirkan ruang hidup lebih baik bagi generasi mendatang.
Sejauh ini PLN gencar membangun SPKLU yaitu sebanyak 120 SPKLU di 92 lokasi dari total 267 unit di 195 lokasi di Indonesia hingga Februari 2022.
Sementara dalam forum Energy Transition Working Group (ETWG) 1 yang digelar pada 24 Maret 2022, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan Indonesia sangat mendukung pencapaian target net zero emission pada 2060.
Langkah pengurangan emisi salah satunya melalui sektor kelistrikan seperti pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) serta peningkatan inovasi dan teknologi untuk pengurangan emisi karbon.
"Indonesia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dan berdiskusi tentang teknologi yang ramah lingkungan, berkelanjutan dan affordable," tegas Arifin.
Sebagai informasi, BNI berkomitmen untuk mendorong peningkatan pembiayaan hijau yang tercermin dari realisasi portofolio hijau sebesar Rp172,4 triliun atau 29,6 persen dari total portofolio kredit BNI.
Realisasi pembiayaan hijau tersebut naik 23,67 persen (yoy) dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp139,4 triliun dengan porsi 25,4 persen dari total portofolio kredit BNI.
Kredit untuk sektor energi baru dan terbarukan tercatat telah mencapai Rp9,5 triliun yang secara khusus diberikan pada energi hidro, solar dan biogas.
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua Ombudsman RI : Pelayananan publik Pemprov Kepri masuk kategori zona hijau
16 September 2025 9:59 WIB
Indonesia tunggu lampu hijau dari Palestina sebelum evakuasi warga Gaza ke Galang
08 August 2025 16:02 WIB
Semen Merah Putih wujudkan konstruksi berkelanjutan di Batam melalui semen hijau
16 May 2025 17:32 WIB
Pemkot Batam raih perhargaan zona hijau pelayanan publik dari Ombudsman
07 December 2024 17:20 WIB, 2024