Tanjungpinang (Antara News) - Sebanyak 1.550 keluarga miskin di Kepulauan Riau akan menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat berupa uang tunai yang akan diterima langsung keluarga tersebut melalui rekening kelompok.
"Secepatnya 1.550 KK miskin tersebut akan menerima bantuan uang tunai dari pusat. Saat ini kami sedang melakukan verifikasi data," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Benny Kusmajadi di Tanjungpinang, Rabu.
Benny mengatakan, satu kelompok terdiri atas sepuluh KK miskin dan masing-masing keluarga akan menerima sebesar Rp2 juta dana hibah yang harus dikembangkan dalam bentuk usaha rumah tangga.
"Dana tersebut berupa hibah dan bukan untuk dikembalikan. Kami hanya melakukan verifikasi dan dana tersebut langsung dikirim ke rekening kelompok oleh pusat," katanya.
Bantuan sosial tersebut, menurut dia, sudah berjalan sejak 2009 dan pada 2010 segera digulirkan pemerintah pusat untuk membantu penduduk miskin.
Selain itu, menurut dia, sebanyak 100 KK lanjut usia sangat miskin dan telantar di Kabupaten Natuna juga akan mendapat bantuan langsung berupa dana hibah yang dianggarkan dari APBD Kepri 2010.
"Saat ini sedang dalam proses verifikasi," katanya.
Penyaluran bantuan langsung tersebut, menurut Benny, akan terus dilakukan untuk membantu warga miskin serta akan ditambah jumlahnya jika keluarga miskin tersebut mampu mengembangkan usaha.
Dalam waktu dekat, menurut dia, juga akan dilakukan rehab 1.000 rumah kelurga miskin yang tidak layak huni di tujuh kabupaten/kota di Kepri.
"Rumah yang akan direhab betul-betul rumah pribadi keluarga miskin yang tidak layak huni, bukan rumah kontrakan," katanya.
Proses verifikasi untuk rehab rumah keluarga miskin tersebut menurut dia, juga sedang dilakukan oleh masing-masing kabupaten/kota.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat semuanya dapat dijalankan dengan baik," katanya. (ANT-029/N002/Y011)
1.550 Keluarga Miskin Kepri Terima Bantuan Sosial
Rabu, 22 September 2010 18:39 WIB
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Kepri minta klarifikasi dari pelapor terkait video bermuatan asusila ASN
05 January 2026 14:31 WIB
Imigrasi Ranai sebut 1.233 WNA dan WNI Lintasi Natuna-Riau selama tahun 2025
23 December 2025 11:07 WIB