Harga Sayur-Mayur Asal Bintan Turun 50 Persen
Sabtu, 15 Januari 2011 14:48 WIB
Harga sayur asal Bintan turun. (kepri.antaranews.com/Nikolas Panama)
Tanjungpinang (ANTARA News) - Harga beberapa jenis sayur-mayur asal Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau di Pasar Baru Tanjungpinang turun hingga 50 persen.
Sayur kailan, sawi manis, bayam dan daun selada kini dijual Rp6.000/kg, sedangkan harga sawi minyak dan sawi keriting Rp5.000/kg, ujar pedagang sayur di Pasar Baru Tanjungpinang, Ati, 50 tahun, Sabtu.
"Harga sebagian sayur-mayur dari Bintan mulai turun 50 persen sejak dua hari yang lalu," ungkap Ati.
Sementara harga beberapa jenis sayur-sayuran stabil sejak pekan lalu, seperti daun katu Rp8.000/kg, daun sop Rp3.000/kg dan terong putih Rp4.000 per kg. Sedangkan harga jagung Rp4.000, bertahan sejak awal Januari 2010.
"Selama ini distribusi sayur-sayuran dari Bintan cukup lancar," katanya.
Ia mengatakan, hampir seluruh pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang menjual sayur-mayur dengan harga yang sama.
Permintaan terhadap sayur-mayur asal Bintan meningkat sejak harganya turun. Dalam sehari pedagang dapat menjual sayur-mayur seberat 60-100 kg.
"Kami mendapatkan keuntungan sekitar 20 persen dari setiap sayur-mayur yang terjual," kata Ati.
(ANT-NP/A013/Btm1)
Sayur kailan, sawi manis, bayam dan daun selada kini dijual Rp6.000/kg, sedangkan harga sawi minyak dan sawi keriting Rp5.000/kg, ujar pedagang sayur di Pasar Baru Tanjungpinang, Ati, 50 tahun, Sabtu.
"Harga sebagian sayur-mayur dari Bintan mulai turun 50 persen sejak dua hari yang lalu," ungkap Ati.
Sementara harga beberapa jenis sayur-sayuran stabil sejak pekan lalu, seperti daun katu Rp8.000/kg, daun sop Rp3.000/kg dan terong putih Rp4.000 per kg. Sedangkan harga jagung Rp4.000, bertahan sejak awal Januari 2010.
"Selama ini distribusi sayur-sayuran dari Bintan cukup lancar," katanya.
Ia mengatakan, hampir seluruh pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang menjual sayur-mayur dengan harga yang sama.
Permintaan terhadap sayur-mayur asal Bintan meningkat sejak harganya turun. Dalam sehari pedagang dapat menjual sayur-mayur seberat 60-100 kg.
"Kami mendapatkan keuntungan sekitar 20 persen dari setiap sayur-mayur yang terjual," kata Ati.
(ANT-NP/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UPTD Damkar Tanjung Uban berhasil padamkan kebakaran lahan seluas 1,5 hektare
12 March 2026 10:27 WIB
Mudik Lebaran 2026: ASDP Batam beri diskon tiket 12 persen rute Punggur-Tanjung Uban
11 March 2026 10:27 WIB
Wamendag Dyah Roro Esti: Produk fashion Lobam Bintan potensial tembus pasar ekspor
10 March 2026 15:24 WIB
Cuaca Kepri 10 Maret: Suhu di Karimun tembus 33 derajat Celsius, Batam-Pinang berawan
10 March 2026 6:26 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Dampak konflik di Timur Tengah, Imigrasi Tanjung Uban permudah izin tinggal WNA
15 March 2026 7:50 WIB
Lihat Juga
Mudik Lebaran 2026: 14 Kapal RoRo siaga di Punggur, ada tambahan armada dari Sulawesi
15 March 2026 7:05 WIB
Bandara Hang Nadim Batam tambah rute baru penerbangan internasional Batam-Kuala Lumpur
14 March 2026 13:39 WIB
Pelantikan tiga Deputi BP Batam perkuat peran sebagai operator investasi pemerintah
13 March 2026 19:51 WIB
Beban puncak diprediksi 26 Maret, PLN Batam pastikan pasokan listrik Lebaran aman
13 March 2026 17:38 WIB
Perkuat struktur organisasi, Menko Airlangga lantik tiga deputi baru BP Batam
13 March 2026 16:23 WIB