Petani Batam Panen Perdana Lele
Sabtu, 19 Februari 2011 18:47 WIB
Kepala Dinas KP2K Kota Batam Suhartini. (kepri.antarannews.com/jo seng bie)
Batam (ANTARA News) - Sebanyak sembilan kelompok petani budi daya ikan air tawar asuhan Dinas Kehutanan, Pertanian, Perikanan dan Kelautan Kota Batam panen perdana lele, Sabtu.
"Hari ini kami panen 20 ton lele," kata Kepala Dinas Kehutanan, Pertanian, Perikanan dan Kelautan (KP2K) Kota Batam Suhartini usai panen perdana Kelompok Budi Daya Maju Bersama Tiban di Batam.
Sebanyak 20 ton lele senilai Rp280 juta dihasilkan dari sekitar 200 kolam lele yang tersebar di seluruh penjuru Batam.
Hasil itu, kata dia, cukup memenuhi setengah dari kebutuhan lele masyarakat Batam yang mencapai tujuh ton setiap hari.
Ini baru setengah dari kebutuhan Batam. Sisanya, kami masih impor dari Malaysia dan daerah-daerah lain sekitar Batam," kata dia.
Menurut Suhartini, budi daya lele di Batam merupakan uji coba yang ternyata berhasil.
"Kami senang ternyata ini berhasil. Dengan keberhasilan ini, maka program akan dilanjutkan di tahun yang akan datang," kata dia.
Kelompok budi daya ikan air tawar merupakan binaan Dinas KP2K yang alih profesi dari berbagai pekerjaan antara lain peternak babi, pengrajin bakau dan lainnya.
Pemerintah pusat, kata dia, memberikan bantuan bibit, pakan dan peralatan budi daya senilai Rp6,5 juta kepada 100 kepala keluarga (KK) di Batam untuk alih profesi.
"Ke depannya kami menganggarkan di APBD 2011 dan P-APBD 2011 agar program ini dilanjutkan," kata dia.
Pada APBD 2011, Dinas KP2K menganggarkan bantuan budi daya lele kepada 48 orang KK dan pada P-APBD 2011 untuk 100 orang KK.
Di tempat yang sama, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan menyatakan, hasil yang diperoleh petani budi daya ikan air tawar membuktikan Batam tidak hanya maju dalam industri manufaktur dan galangan kapal.
Pemerintah akan mendorong usaha kecil menengah bidang konsumsi agar bisa memenuhi kebutuhan lokal.
"Selama ini kebutuhan konsumsi Batam didatangkan dari daerah lain, makanya harganya mahal. Dan sudah saatnya sekarang kami produksi sendiri," kata dia.
Sementara itu, Ketua Kelompok Budi daya Ikan Air Tawar Maju Bersama, Muslim, berterima kasih kepada pemerintah yang telah membantu budi daya.
Hasil panen lele, kata dia, amat membantu perekonomian masyarakat di tengah kenaikan harga konsumsi yang melambung.
Kelompok Budi Daya Ikan Air Tawar Maju Bersama memiliki 26 kolam lele yang dikelola 13 KK.
(Y011/R014/Btm1)
"Hari ini kami panen 20 ton lele," kata Kepala Dinas Kehutanan, Pertanian, Perikanan dan Kelautan (KP2K) Kota Batam Suhartini usai panen perdana Kelompok Budi Daya Maju Bersama Tiban di Batam.
Sebanyak 20 ton lele senilai Rp280 juta dihasilkan dari sekitar 200 kolam lele yang tersebar di seluruh penjuru Batam.
Hasil itu, kata dia, cukup memenuhi setengah dari kebutuhan lele masyarakat Batam yang mencapai tujuh ton setiap hari.
Ini baru setengah dari kebutuhan Batam. Sisanya, kami masih impor dari Malaysia dan daerah-daerah lain sekitar Batam," kata dia.
Menurut Suhartini, budi daya lele di Batam merupakan uji coba yang ternyata berhasil.
"Kami senang ternyata ini berhasil. Dengan keberhasilan ini, maka program akan dilanjutkan di tahun yang akan datang," kata dia.
Kelompok budi daya ikan air tawar merupakan binaan Dinas KP2K yang alih profesi dari berbagai pekerjaan antara lain peternak babi, pengrajin bakau dan lainnya.
Pemerintah pusat, kata dia, memberikan bantuan bibit, pakan dan peralatan budi daya senilai Rp6,5 juta kepada 100 kepala keluarga (KK) di Batam untuk alih profesi.
"Ke depannya kami menganggarkan di APBD 2011 dan P-APBD 2011 agar program ini dilanjutkan," kata dia.
Pada APBD 2011, Dinas KP2K menganggarkan bantuan budi daya lele kepada 48 orang KK dan pada P-APBD 2011 untuk 100 orang KK.
Di tempat yang sama, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan menyatakan, hasil yang diperoleh petani budi daya ikan air tawar membuktikan Batam tidak hanya maju dalam industri manufaktur dan galangan kapal.
Pemerintah akan mendorong usaha kecil menengah bidang konsumsi agar bisa memenuhi kebutuhan lokal.
"Selama ini kebutuhan konsumsi Batam didatangkan dari daerah lain, makanya harganya mahal. Dan sudah saatnya sekarang kami produksi sendiri," kata dia.
Sementara itu, Ketua Kelompok Budi daya Ikan Air Tawar Maju Bersama, Muslim, berterima kasih kepada pemerintah yang telah membantu budi daya.
Hasil panen lele, kata dia, amat membantu perekonomian masyarakat di tengah kenaikan harga konsumsi yang melambung.
Kelompok Budi Daya Ikan Air Tawar Maju Bersama memiliki 26 kolam lele yang dikelola 13 KK.
(Y011/R014/Btm1)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog Natuna pastikan serap jagung pipil kering hasil panen petani di perbatasan
01 October 2025 10:17 WIB
PLN Batam panen perdana pisang cavendish hasil program tanggung jawab sosial dan lingkungan
30 September 2025 10:05 WIB
Wapres Gibran dan Titiek Soeharto panen budidaya lobster siap ekspor di Batam
10 September 2025 14:03 WIB
Polres Lingga edukasi para petani jagung adaptif terhadap perubahan iklim
08 September 2025 10:12 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelindo Tanjungpinang layani 221.466 penumpang selama Natal dan Tahun baru
24 January 2026 18:19 WIB