Batam (ANTARA) - Mahasiswa Politeknik Negeri Batam yang tergabung dalam Tim Barelang Marine Robotics menciptakan robot pendeteksi pipa dan navigasi otonom yang telah mengantongi dua kontes internasional sekaligus pada tahun ini.

Proyek Robot Bawah Air Indonesia (RBAI) dari Politeknik Negeri Batam mencuri perhatian dengan menyabet sejumlah prestasi, yaitu juara 2 nasional dalam KRBAI dan menempati peringkat 11 pada International Roboboat Competition tahun 2022.

Ketua Tim Proyek RBAI, Rendi di Batam, Kamis, mengatakan robot inovatif itu menghadirkan teknologi canggih dengan keunggulan dalam mendeteksi dan mengidentifikasi pipa di dasar perairan.

Dalam persaingan yang ketat, robot ini mampu menunjukkan kemampuannya dengan menjalankan misi otonom sejauh 10 meter dalam kondisi mengambang di tengah-tengah air dalam kompetisi KBI devisi KRBAI.

RBAI rancangan Politeknik Batam juga berhasil menyelesaikan misi tambahan, yaitu melintasi pipa berwarna merah, kuning, dan hijau. Teknologi pendeteksian warna yang inovatif memungkinkan RBAI untuk mengambil keputusan cerdas saat berinteraksi dengan pipa-pipa tersebut. Jika mendeteksi pipa kuning, robot akan mengambil jalur belok kanan, sementara untuk pipa merah dan hijau, robot bergerak dengan presisi di tengah-tengahnya.

Dalam mengembangkan proyek luar biasa ini, tim terus bekerja secara kolaboratif yang intensif selama tiga bulan, melalui tahap riset dan pengembangan dari nol. 

"Kerja sama yang erat antar tiga divisi dalam tim kami adalah kunci kesuksesan. Kontes ini adalah bagian dari perjalanan berkelanjutan kami. Kami baru saja meraih penghargaan di kontes nasional, dan ini adalah langkah pertama menuju tingkat yang lebih tinggi," ujar Rendi.

Meskipun menghadapi tantangan kerjasama tim, RBAI mampu mengatasi hambatan tersebut dan membuktikan bahwa kolaborasi yang solid mampu menghasilkan pencapaian luar biasa. Prestasi ini pun menjadi magnet bagi berbagai industri yang mulai menaruh minat pada potensi ROV (Remotely Operational Vehicle) ini.

Keunggulan RBAI di dalam dunia industri adalah untuk inspeksi bawah laut, monitoring, dan perbaikan infrastruktur bawah laut membuatnya sangat relevan dalam berbagai aplikasi industri.

Para pengembang proyek RBAI juga merencanakan pengembangan lebih lanjut untuk memenuhi permintaan industri yang semakin meningkat. Robot ini diharapkan dapat digunakan dalam inspeksi kapal-kapal bawah laut, monitoring lingkungan perairan, dan perbaikan infrastruktur kritis di bawah laut dengan memanfaatkan kemampuan sensor yang canggih.

Dengan dua gelar yang berhasil diraih dalam KRBAI dan rencana pengembangan yang menarik, RBAI terus membuktikan diri sebagai inovasi teknologi yang menghadirkan dampak positif dalam eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya bawah laut.

Proyek ini juga akan melanjutkan perjalanan kompetisinya dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) yang dijadwalkan pada bulan Oktober di Universitas Indonesia.


Pewarta : Angiela Chantiequ
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2024