Petani Karimun ke Pekan Nasional KTNA
Kamis, 26 Mei 2011 20:50 WIB
Karimun (ANTARA News) - Sebanyak 36 orang perwakilan kelompok tani dan nelayan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, akan mengikuti Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan atau Penas KTNA di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 18-23 Juni 2011.
"Sebenarnya banyak yang mau ikut, namun kami membatasi hanya 26 orang perwakilan kelompok tani dan 10 kelompok nelayan karena menyesuaikan dengan anggaran dan kemampuan,'' kata Ketua KTNA Karimun Amirullah di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Amirullah menjelaskan, perwakilan kelompok tani yang akan diikutkan terdiri atas petani palawija, hortikultura serta petani sawah ladang.
Sedangkan perwakilan nelayan, sebagian nelayan tradisional yang menggunakan jaring rawai dengan area tangkap pesisir pantai, nelayan budidaya dan nelayan kapal berbobot lebih besar.
"Selain untuk menambah pengetahuan, kami juga akan memanfaatkan Penas sebagai sarana promosi beberapa komoditas unggulan, seperti tanaman buah naga dan rumput laut,'' ucapnya.
Amirullah dalam Penas akan menyampaikan sejumlah keluhan terhadap regulasi perikanan maupun pertanian.
Dia mencontohkan ketentuan mengurus izin penangkapan ikan berdasarkan zona tangkap yang dinilai memberatkan nelayan, terutama izin penangkapan ikan dengan kapal di atas 20 GT yang harus diurus di tingkat provinsi dan nasional.
''Nelayan mengeluh karena birokrasi yang rumit serta biaya pengurusan yang mahal,'' ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menyampaikan kepada pemerintah terkait dampak yang dirasakan nelayan terhadap pemberlakuan status kawasan perdagangan bebas atau "free trade zone" (FTZ) di Pulau Karimun Besar.
Pertumbuhan industri galangan kapal, kata Amirullah, mengancam kehidupan nelayan jika tidak dicarikan solusinya mulai dari sekarang.
"Inilah yang akan kami sampaikan dalam Penas yang mengagendakan sesi tanya jawab dengan kementerian terkait,'' tuturnya.
(ANT-RD/Btm1)
"Sebenarnya banyak yang mau ikut, namun kami membatasi hanya 26 orang perwakilan kelompok tani dan 10 kelompok nelayan karena menyesuaikan dengan anggaran dan kemampuan,'' kata Ketua KTNA Karimun Amirullah di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Amirullah menjelaskan, perwakilan kelompok tani yang akan diikutkan terdiri atas petani palawija, hortikultura serta petani sawah ladang.
Sedangkan perwakilan nelayan, sebagian nelayan tradisional yang menggunakan jaring rawai dengan area tangkap pesisir pantai, nelayan budidaya dan nelayan kapal berbobot lebih besar.
"Selain untuk menambah pengetahuan, kami juga akan memanfaatkan Penas sebagai sarana promosi beberapa komoditas unggulan, seperti tanaman buah naga dan rumput laut,'' ucapnya.
Amirullah dalam Penas akan menyampaikan sejumlah keluhan terhadap regulasi perikanan maupun pertanian.
Dia mencontohkan ketentuan mengurus izin penangkapan ikan berdasarkan zona tangkap yang dinilai memberatkan nelayan, terutama izin penangkapan ikan dengan kapal di atas 20 GT yang harus diurus di tingkat provinsi dan nasional.
''Nelayan mengeluh karena birokrasi yang rumit serta biaya pengurusan yang mahal,'' ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menyampaikan kepada pemerintah terkait dampak yang dirasakan nelayan terhadap pemberlakuan status kawasan perdagangan bebas atau "free trade zone" (FTZ) di Pulau Karimun Besar.
Pertumbuhan industri galangan kapal, kata Amirullah, mengancam kehidupan nelayan jika tidak dicarikan solusinya mulai dari sekarang.
"Inilah yang akan kami sampaikan dalam Penas yang mengagendakan sesi tanya jawab dengan kementerian terkait,'' tuturnya.
(ANT-RD/Btm1)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mentan Amran minta pemda untuk dorong hilirisasi komoditas pertanian lokal
19 January 2026 15:55 WIB
Dinas KP2 Batam luncurkan Program Pangan Lestari libatkan 64 kelompok tani
26 February 2025 12:15 WIB
Penyuluhan kelompok tani di Batam terus berjalan di penghujung tahun
31 December 2024 6:25 WIB, 2024
BSIP Kepri: Padi Kelompok Tani Poyotomo Makmur di Bintan siap di panen
16 December 2024 6:53 WIB, 2024
Dinas KP2 Batam fokus kembangkan 80 kelompok wanita tani tahun 2025
04 December 2024 18:17 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Disdik Kepri anjurkan satuan pendidikan perbanyak tadarus selama bulan Ramadhan
14 February 2026 18:16 WIB
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB