Kapal Tongkang Bauksit Kandas di Perairan Tanjungpinang
Selasa, 5 Juli 2011 13:09 WIB
Tanjungpinang (ANTARA News) - Kapal tongkang Cathay 185 pengangkut bauksit kandas di perairan Teluk Keriting, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Kapten Tugboat TB Cahaya, Yandi Piter mengatakan, tongkang yang ditariknya itu kandas sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa.
"Saya berusaha menghindari air merah (perairan dangkal) dan mencoba membawa kapal ke kiri, namun kandas," kata Yandi yang ditemui di atas kapalnya.
Tongkang tersebut menurut dia berangkat dari Tanjung Lanjut, Tanjungpinang membawa sekitar 1.500 ton bauksit menuju perairan Pulau Pangkil, Kabupaten Bintan untuk memuat bauksit milik PT Alam Purnama Panjang itu ke kapal pengangkut jenis "bulker".
Hingga pukul 13.00 WIB, tongkang tersebut masih kandas di perairan dangkal yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari pemukiman penduduk Teluk Keriting.
"Kami menunggu air pasang, agar bisa berlayar lagi," katanya.
Tongkang kandas itu miring ke arah kanan, diperkirakan tersangkut di atas karang yang ditutupi pasir laut.
Warga Teluk Keriting, Abdul mengatakan, kapal tersebut kandas karena terlalu ke pinggir dan ke luar dari jalur pelayaran.
"Saat kapal itu kandas air laut sedang pasang, saya mendengar anak buah kapal berteriak untuk menarik kapal ke tengah, namun tidak berhasil," ujarnya.
Kepala Administrator Pelabuhan Tanjungpinang, Rahmatullah mengatakan, pihaknya belum mendapat keterangan rinci penyebab tongkang pembawa bauksit tersebut kandas.
"Kami akan lakukan pemeriksaan terhadap ABK kapal sebelum mereka diizinkan berlayar kembali," ujarnya.
(ANT-HM/N005/Btm1)
Kapten Tugboat TB Cahaya, Yandi Piter mengatakan, tongkang yang ditariknya itu kandas sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa.
"Saya berusaha menghindari air merah (perairan dangkal) dan mencoba membawa kapal ke kiri, namun kandas," kata Yandi yang ditemui di atas kapalnya.
Tongkang tersebut menurut dia berangkat dari Tanjung Lanjut, Tanjungpinang membawa sekitar 1.500 ton bauksit menuju perairan Pulau Pangkil, Kabupaten Bintan untuk memuat bauksit milik PT Alam Purnama Panjang itu ke kapal pengangkut jenis "bulker".
Hingga pukul 13.00 WIB, tongkang tersebut masih kandas di perairan dangkal yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari pemukiman penduduk Teluk Keriting.
"Kami menunggu air pasang, agar bisa berlayar lagi," katanya.
Tongkang kandas itu miring ke arah kanan, diperkirakan tersangkut di atas karang yang ditutupi pasir laut.
Warga Teluk Keriting, Abdul mengatakan, kapal tersebut kandas karena terlalu ke pinggir dan ke luar dari jalur pelayaran.
"Saat kapal itu kandas air laut sedang pasang, saya mendengar anak buah kapal berteriak untuk menarik kapal ke tengah, namun tidak berhasil," ujarnya.
Kepala Administrator Pelabuhan Tanjungpinang, Rahmatullah mengatakan, pihaknya belum mendapat keterangan rinci penyebab tongkang pembawa bauksit tersebut kandas.
"Kami akan lakukan pemeriksaan terhadap ABK kapal sebelum mereka diizinkan berlayar kembali," ujarnya.
(ANT-HM/N005/Btm1)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Ansar panen perdana padi di atas lahan bekas bauksit Dompak
17 December 2023 12:31 WIB, 2023
Kejati Kepri upayakan pendapatan negara Rp1,4 T dari stockpile bijih bauksit
06 October 2023 18:37 WIB, 2023
Pengamat apresiasi langkah berani Jokowi hentikan ekspor bijih bauksit
24 December 2022 14:38 WIB, 2022
Majelis Hakim putuskan tahan terdakwa korupsi tambang bauksit di Bintan
20 June 2022 20:57 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Jangan asal pasang! PLN Batam bagikan tips rencanakan instalasi listrik rumah baru
12 May 2026 14:22 WIB