BPOM Kepri Temukan Puluhan Jenis Makanan Kedaluwarsa
Minggu, 21 Agustus 2011 17:21 WIB
Batam (ANTARA News) - Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Kepulauan Riau menemukan puluhan jenis makanan kedaluwarsa dalam razia yang dilakukan menjelang Idul Fitri 1432 Hijriah.
Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) I Made Nyoman Suwandi di Batam, Minggu, makanan kedaluwarsa banyak ditemukan di Batam dan Tanjungpinang.
"Di Batam ada 26 jenis, di Tanjungpinang beberapa jenis," kata dia.
Menurut Suwandi, makanan kedaluwarsa banyak ditemukan pada jenis kue kering, cokelat, minuman ringan dan beberapa kebutuhan Lebaran lain.
Selain makanan kedaluwarsa, tambahnya, di Tanjungpinang BPOM juga menemukan 17 jenis makanan yang tak memiliki izin edar dari BPOM dan dalam kondisi rusak, namun masih tetap dijual.
"Makanan-makanan tersebut jelas tidak layak jual," ucap dia.
Sementara itu, dalam razia yang dilakukan pada parsel yang beredar di Batam dan Tanjungpinang hingga kini belum ditemukan makanan yang kedaluwarsa, tidak memiliki izin, dan mengandung unsur babi.
"Untuk parsel masih aman. Kami belum menemukan kandungan berbahaya dalam parsel-parsel yang kami teliti," ujarnya.
Menurut Suwandi, BPOM beberapa waktu lalu telah memberikan surat edaran peringatan bagi pedagang parsel agar tidak menjual produk makanan kedaluwarsa menjelang Idul Fitri 1432 Hijriah.
"Kami telah memberikan edaran kepada seluruh pedagang. Intinya tentang larangan menjual parsel yang berisi makanan atau minuman kedaluwarsa," papar nya.
Menurut dia, peringatan tersebut diberikan karena setiap tahun BPOM selalu mendapati parsel berisi makanan dan minuman yang kedaluwarsa atau barang impor tanpa izin BPOM.
Modus para pedagang, ucap dia, memasukkan satu atau dua makanan dalam parsel, sehingga bila pembeli tidak teliti tidak akan mengetahui kalau ada barang kedaluwarsal.
"Kami berharap tahun ini hal tersebut tidak terjadi lagi," ujar Suwandi.
(ANT-L/C004/Btm1)
Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) I Made Nyoman Suwandi di Batam, Minggu, makanan kedaluwarsa banyak ditemukan di Batam dan Tanjungpinang.
"Di Batam ada 26 jenis, di Tanjungpinang beberapa jenis," kata dia.
Menurut Suwandi, makanan kedaluwarsa banyak ditemukan pada jenis kue kering, cokelat, minuman ringan dan beberapa kebutuhan Lebaran lain.
Selain makanan kedaluwarsa, tambahnya, di Tanjungpinang BPOM juga menemukan 17 jenis makanan yang tak memiliki izin edar dari BPOM dan dalam kondisi rusak, namun masih tetap dijual.
"Makanan-makanan tersebut jelas tidak layak jual," ucap dia.
Sementara itu, dalam razia yang dilakukan pada parsel yang beredar di Batam dan Tanjungpinang hingga kini belum ditemukan makanan yang kedaluwarsa, tidak memiliki izin, dan mengandung unsur babi.
"Untuk parsel masih aman. Kami belum menemukan kandungan berbahaya dalam parsel-parsel yang kami teliti," ujarnya.
Menurut Suwandi, BPOM beberapa waktu lalu telah memberikan surat edaran peringatan bagi pedagang parsel agar tidak menjual produk makanan kedaluwarsa menjelang Idul Fitri 1432 Hijriah.
"Kami telah memberikan edaran kepada seluruh pedagang. Intinya tentang larangan menjual parsel yang berisi makanan atau minuman kedaluwarsa," papar nya.
Menurut dia, peringatan tersebut diberikan karena setiap tahun BPOM selalu mendapati parsel berisi makanan dan minuman yang kedaluwarsa atau barang impor tanpa izin BPOM.
Modus para pedagang, ucap dia, memasukkan satu atau dua makanan dalam parsel, sehingga bila pembeli tidak teliti tidak akan mengetahui kalau ada barang kedaluwarsal.
"Kami berharap tahun ini hal tersebut tidak terjadi lagi," ujar Suwandi.
(ANT-L/C004/Btm1)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PKS sebut duet Anies-Sohibul di pilkada Jakarta 2024 sudah kedaluwarsa
10 August 2024 15:57 WIB, 2024
Satgas ajak warga Kepri vaksinasi COVID-19 sebelum vaksin kedaluwarsa
18 January 2023 17:02 WIB, 2023
Komisi IX DPR minta pemerintah tolak hibah vaksin yang segera kedaluwarsa
05 September 2022 13:00 WIB, 2022
Pemprov Kepri: Stok 11.500 vial vaksin AstraZeneca akan habis sebelum kedaluwarsa
11 June 2021 6:02 WIB, 2021
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri gagalkan peredaran 353 keping vape mengandung etomidate di Kota Batam
12 February 2026 17:40 WIB