Ia berharap, masyarakat memanfaatkan giliran yang telah ditentukan dengan sebaik mungkin. "Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan air di Natuna, sesuai dengan perintah pak bupati," ujar dia.
Perumda Air Minum Natuna distribusikan air secara bergilir
Senin, 25 Maret 2024 6:10 WIB
Petugas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Nusa Kabupaten Natuna saat memperbaiki meteran air warga. (ANTARA/HO-Perumda Air Minum Natuna)
Natuna (ANTARA) -
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Nusa Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, melakukan pendistribusian air bersih secara bergilir.
Direktur Utama Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin, saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Natuna, Minggu, mengatakan hal tersebut dampak dari musim kemarau yang tengah melanda Kabupaten Natuna.
"Karena kondisi debit air permukaan di sungai yang merupakan sumber air kita sudah mulai mengecil," ucap dia.
Menurut dia, ketersediaan air di Natuna bergantung dengan curah hujan. Oleh karena itu, apabila memasuki musim kemarau ketersediaan air akan berkurang.
Kata dia, jika pendistribusian tidak digilir, maka wilayah yang berada jauh dari penampungan air tidak akan kebagian air bersih.
Ia berharap, masyarakat memanfaatkan giliran yang telah ditentukan dengan sebaik mungkin. "Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan air di Natuna, sesuai dengan perintah pak bupati," ujar dia.
Ia berharap, masyarakat memanfaatkan giliran yang telah ditentukan dengan sebaik mungkin. "Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan air di Natuna, sesuai dengan perintah pak bupati," ujar dia.
Ia menambahkan, untuk wilayah yang tidak terjangkau atau mengalami kemarau dan rumah ibadah pihaknya akan memberikan pelayanan air secara gratis menggunakan mobil tangki yang mereka miliki.
Meski demikian masyarakat juga harus memaklumi jika dalam pendistribusian mengalami keterlambatan pasalnya kendaraan yang mereka miliki terbatas.
Ia menambahkan, salah satu solusi untuk mencukupi ketersediaan air bersih di Natuna adalah embung sebayar.
Namun, embung tersebut belum bisa dioperasikan pasalnya belum memiliki sistem penyediaan air minum (SPAM)
"Atas arahan bapak bupati, kami diminta melayani seluruh rumah ibadah di Bunguran besar yang terjangkau oleh mobil tangki," imbuh dia.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Batam komitmen tindaklanjuti aspirasi HMI terkait sampah hingga pajak
12 September 2025 13:14 WIB
DPRD dorong penyelesaian persoalan air bersih demi jaga kondusivitas Kota Batam
08 September 2025 16:20 WIB
Dinkes Kepri sebut keluarga berperan penting cegah anak terjangkit cacingan
02 September 2025 14:48 WIB
Dinkes Batam: Budaya perilaku hidup bersih dan sehat jadi perhatian CKG di sekolah
25 August 2025 10:11 WIB