Batam (ANTARA News) - Tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Medan menyelidiki penyebab kebakaran tiga ruko di Nagoya Kota Batam yang pada dua hari lalu menewaskan seorang penghuni.

Petugas yang berjumlah dua orang, Selasa, mengumpulkan beberapa barang sisa kebakaran guna mengungkap penyebab kebakaran tersebut.

"Kami akan membawa beberapa barang sisa kebakaran ke laboratorium di Medan. Hasilnya akan dicocokkan dengan pemeriksaan dan penyidikan di lapangan," ucap Ketua Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Medan, AKP Binsodin Saragih, sesaat setelah melakukan olah TKP di Nagoya Batam.

Saragih mengatakan, hasil penelitian di Labfor paling cepat baru bisa diketahui satu minggu mendatang.

"Artinya kami baru bisa menyimpulkan penyebab kebakaran ini seminggu mendatang," kata dia.

Sebelumnya, kebakaran yang melanda bangunan dua lantai Kantor Paradise Tour and Travel milik Amir dan dua bangunan di sampingnya, pada Kompleks Bumi Indah Blok IV No 42 Nagoya Batam, Minggu malam mengakibatkan Chika, pembantu rumah tangga tempat tersebut meninggal.

Menurut Amir, pemilik, sebelum kebakaran sempat terdengar ledakan di lantai satu diikuti dengan asap tebal sebelum terlihat api yang mulai membakar tempat usahanya.   

"Ada suara ledakan, kemungkinan kipas pendingin udara (AC) di luar lantai satu yang meledak dan menimbulkan hubungan arus pendek listrik," kata Amir.

Saat muncul kepulan asap, Amir, istrinya serta tiga pembantunya panik dan bergegas turun menyelamatkan diri dari kebakaran.

"Saya tidak sadar kalau Chika, pembantu saya belum keluar dan tengah tidur di lantai dua. Saat hendak naik untuk menyelamatkannya api sudah membesar dan membakar lantai satu," tambah dia.

Menurut Amir, selang sekitar 30 menit, empat unit mobil pemadam kebakaran dengan belasan personel dari Badan Pengusahaan (BP) Batam tiba di lokasi dan langsung berupaya memadamkan api yang telah menghanguskan hampir seluruh bagian pada lantai satu.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan Chika sudah tidak bernyawa di lantai dua. Diduga, ia banyak menghirup asap kebakaran tersebut.

(ANT-L/A013/Btm3)