Polres Cianjur turunkan tim ungkap peredaran obat terlarang di SD
Kamis, 20 Juni 2024 18:55 WIB
Kasatnarkoba Polres Cianjur, Jawa Barat AKP Septian Pratama.(ANTARA/Ahmad Fikri)
Cianjur (ANTARA) - Satuan Narkoba Polres Cianjur, Jawa Barat, menurunkan tim ke SD negeri di daerah setempat guna mengungkap peredaran obat terlarang yang dibeli dan dikonsumsi lima orang pelajar dan videonya viral di media sosial beberapa hari terakhir.
Kasatnarkoba Polres Cianjur AKP Septian Pratama di Cianjur Kamis, mengatakan selain mengembangkan kasus dan menangkap pengedar obat terlarang, pihaknya akan melakukan pembinaan.
"Kami kirim tim ke sekolah untuk meminta keterangan lima pelajar yang baru duduk di bangku sekolah dasar itu, kami juga minta orang tua dihadirkan agar hal serupa tidak kembali terjadi karena kurangnya pengawasan, kami akan kembangkan kasusnya dan menangkap pengedarnya," kata dia.
"Pihak sekolah dan orang tua sama-sama lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak selama berada di sekolah dan lingkungan tempat tinggal. Segera melapor ketika mendapati peredaran obat terlarang di lingkungan sekolah atau tempat tinggal masing-masing," kata dia.
Sementara masyarakat Cianjur digegerkan dengan beredar video berdurasi 1.45 menit yang berisi gambar seorang guru sedang menanyai lima orang murid yang baru duduk di bangku kelas 4 SD karena kedapatan membeli dan mengonsumsi obat terlarang merek Tramadol di sekolah.
Para siswa mengaku membeli dan mengonsumsi obat terlarang yang didapat dari seseorang di lingkungan sekolah dengan harga Rp2.500 per butir.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polres turunkan tim ungkap peredaran obat terlarang di sekolah dasar
Kasatnarkoba Polres Cianjur AKP Septian Pratama di Cianjur Kamis, mengatakan selain mengembangkan kasus dan menangkap pengedar obat terlarang, pihaknya akan melakukan pembinaan.
"Kami kirim tim ke sekolah untuk meminta keterangan lima pelajar yang baru duduk di bangku sekolah dasar itu, kami juga minta orang tua dihadirkan agar hal serupa tidak kembali terjadi karena kurangnya pengawasan, kami akan kembangkan kasusnya dan menangkap pengedarnya," kata dia.
"Pihak sekolah dan orang tua sama-sama lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak selama berada di sekolah dan lingkungan tempat tinggal. Segera melapor ketika mendapati peredaran obat terlarang di lingkungan sekolah atau tempat tinggal masing-masing," kata dia.
Sementara masyarakat Cianjur digegerkan dengan beredar video berdurasi 1.45 menit yang berisi gambar seorang guru sedang menanyai lima orang murid yang baru duduk di bangku kelas 4 SD karena kedapatan membeli dan mengonsumsi obat terlarang merek Tramadol di sekolah.
Para siswa mengaku membeli dan mengonsumsi obat terlarang yang didapat dari seseorang di lingkungan sekolah dengan harga Rp2.500 per butir.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polres turunkan tim ungkap peredaran obat terlarang di sekolah dasar
Pewarta : Ahmad Fikri
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Forkopimda Lingga salurkan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan
13 February 2026 12:21 WIB
Kuasa hukum: Lebih dari dua siswi diduga jadi korban pelecehan guru di Pasar Rebo
10 February 2026 7:51 WIB
Polres Karimun bagikan helm dan beri edukasi keselamatan saat berlalu lintas
04 February 2026 15:52 WIB
Lihat Juga
Polda Kepri gagalkan peredaran 353 keping vape mengandung etomidate di Kota Batam
12 February 2026 17:40 WIB
KPK tegaskan penetapan Yaqut Cholil sebagai tersangka kasus kuota haji sesuai prosedur
11 February 2026 15:46 WIB