Kepala SKK Migas meninjau pembangunan FPSO Marlin Natuna
Kamis, 4 Juli 2024 11:45 WIB
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto (kiri) meninjau full konversi pembangunan kapal tanker menjadi FPSO Marlin Natuna di Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (3/7/2024). ANTARA/HO-SKK Migas
Batam (ANTARA) - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto meninjau full konversi pembangunan kapal tanker menjadi FPSO Marlin Natuna.
"FPSO ini dibangun untuk peningkatan produksi gas dan direncanakan akan sail away (berlayar) pada Agustus, dan digunakan pada saat proyek Forel Onstream di kuartal empat 2024,” ujar Dwi, dikonfirmasi ANTARA dari Batam, Kepulauan Riau, Kamis.
Proyek konversi kapal tanker menjadi Floating Storage Production and Offloading (FPSO) atau unit penyimpanan dan pembongkaran produksi migas terapung itu dilakukan untuk menampung minyak gas bumi proyek forel yang dihasilkan dari Natuna, Kepulauan Riau.
Baca juga: Rumah BUMN Batam dorong UMKM Kepri tembus pasar global
FPSO ini memiliki kapasitas produksi 250 Ribu BOPD, diberi nama FPSO Marlin Natuna. Dwi menjelaskan bahwa proses konversi kapal tersebut sudah mencapai 80 persen.
Proyek konversi kapal tanker ke FPSO ini merupakan proyek yang pertama kali dikerjakan di Indonesia, dilakukan oleh pekerja lokal dan telah masuk pada fase Commissioning atau fase pengetesan secara parsial.
Dwi mengatakan bahwa pembangunan atau koversi Kapal Tangker ke FPSO ini merupakan bagian dari upaya penting SKK Migas dan KKKS Medco Energi meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas guna mendukung ketersediaan energi nasional.
Baca juga:
Pantarlih Natuna berhasil mutakhirkan 70 persen DP4
Sinyal XL Axiata jangkau puluhan pulau terpencil di Kepri
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kepala SKK Migas tinjau pembangunan FPSO Marlin Natuna
"FPSO ini dibangun untuk peningkatan produksi gas dan direncanakan akan sail away (berlayar) pada Agustus, dan digunakan pada saat proyek Forel Onstream di kuartal empat 2024,” ujar Dwi, dikonfirmasi ANTARA dari Batam, Kepulauan Riau, Kamis.
Proyek konversi kapal tanker menjadi Floating Storage Production and Offloading (FPSO) atau unit penyimpanan dan pembongkaran produksi migas terapung itu dilakukan untuk menampung minyak gas bumi proyek forel yang dihasilkan dari Natuna, Kepulauan Riau.
Baca juga: Rumah BUMN Batam dorong UMKM Kepri tembus pasar global
FPSO ini memiliki kapasitas produksi 250 Ribu BOPD, diberi nama FPSO Marlin Natuna. Dwi menjelaskan bahwa proses konversi kapal tersebut sudah mencapai 80 persen.
Proyek konversi kapal tanker ke FPSO ini merupakan proyek yang pertama kali dikerjakan di Indonesia, dilakukan oleh pekerja lokal dan telah masuk pada fase Commissioning atau fase pengetesan secara parsial.
Dwi mengatakan bahwa pembangunan atau koversi Kapal Tangker ke FPSO ini merupakan bagian dari upaya penting SKK Migas dan KKKS Medco Energi meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas guna mendukung ketersediaan energi nasional.
Baca juga:
Pantarlih Natuna berhasil mutakhirkan 70 persen DP4
Sinyal XL Axiata jangkau puluhan pulau terpencil di Kepri
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kepala SKK Migas tinjau pembangunan FPSO Marlin Natuna
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
FPSO Marlin Natuna siap berlayar mendukung ketahanan energi nasional
30 September 2024 15:42 WIB, 2024
DPC PDI Pejuangan terima 8 nama pendaftar bacalon wali kota di Pilkada, termasuk Marlin dan Amsakar
29 May 2024 17:35 WIB, 2024
Bunda PAUD, Marlin Agustina ajak guru di Batam tingkatkan kualitas pendidikan
11 August 2023 17:01 WIB, 2023
Wagub Marlin Agustina imbau warga perkuat pengawasan anak tekan kekerasan
01 July 2023 16:30 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pemkot sebut sistem bioflok solusi lahan terbatas untuk budidaya ikan di Batam
09 May 2026 10:53 WIB