Fenomena embun es kembali muncul di Bromo
Senin, 15 Juli 2024 13:38 WIB
Fenomena embun es atau embun upas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). ANTARA/HO-TNBTS
Surabaya (ANTARA) - Fenomena embun es atau yang masyarakat lokal sering sebut sebagai embun upas muncul di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akibat penurunan suhu ekstrem.
"Embun upas atau frost merupakan fenomena yang sering terjadi khususnya di kawasan TNBTS khususnya saat musim kemarau," kata Kepala Bagian Tata Usaha TNBTS Septi Eka Wardhani dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Eka menjelaskan embun upas terjadi karena udara dingin akibat angin munson Timur yang berembus dari benua Australia.
Fenomena ini terjadi ketika suhu udara cukup dingin berkisar antara 5 hingga 9 derajat Celsius dan hanya dijumpai pada pagi hari, atau sebelum matahari terbit dengan sempurna. Embun upas akan menghilang saat matahari mulai meninggi.
Pada musim kemarau, cuaca cenderung lebih dingin karena adanya penurunan suhu yang cukup ekstrem. BMKG memprediksi puncak musim kemarau tahun 2024 di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di Juli dan Agustus.
"Kemunculan embun upas yang membeku menyerupai salju membuat kawasan wisata Gunung Bromo dan sekitarnya tampak semakin eksotis. Pemandangan kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo tampak memutih dan lebih menarik," kata dia.
Ia mengimbau bagi calon pengunjung yang akan mengunjungi kawasan wisata Bromo diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan menggunakan pakaian dan jaket tebal, memakai sarung tangan. kupluk atau kerpus.
Serta bagi yang memiliki riwayat penyakit asma, harap berhati-hati dan menjaga kondisi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Penurunan suhu ekstrem di Bromo sebabkan munculnya embun es
"Embun upas atau frost merupakan fenomena yang sering terjadi khususnya di kawasan TNBTS khususnya saat musim kemarau," kata Kepala Bagian Tata Usaha TNBTS Septi Eka Wardhani dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Eka menjelaskan embun upas terjadi karena udara dingin akibat angin munson Timur yang berembus dari benua Australia.
Fenomena ini terjadi ketika suhu udara cukup dingin berkisar antara 5 hingga 9 derajat Celsius dan hanya dijumpai pada pagi hari, atau sebelum matahari terbit dengan sempurna. Embun upas akan menghilang saat matahari mulai meninggi.
Pada musim kemarau, cuaca cenderung lebih dingin karena adanya penurunan suhu yang cukup ekstrem. BMKG memprediksi puncak musim kemarau tahun 2024 di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di Juli dan Agustus.
"Kemunculan embun upas yang membeku menyerupai salju membuat kawasan wisata Gunung Bromo dan sekitarnya tampak semakin eksotis. Pemandangan kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo tampak memutih dan lebih menarik," kata dia.
Ia mengimbau bagi calon pengunjung yang akan mengunjungi kawasan wisata Bromo diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan menggunakan pakaian dan jaket tebal, memakai sarung tangan. kupluk atau kerpus.
Serta bagi yang memiliki riwayat penyakit asma, harap berhati-hati dan menjaga kondisi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Penurunan suhu ekstrem di Bromo sebabkan munculnya embun es
Pewarta : Willi Irawan
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kereta api Argo Bromo Anggrek tabrak mobil di Grobogan, dua orang tewas
17 August 2024 18:53 WIB, 2024
Polisi ungkap fakta kecelakaan di jalur TNBTS yang menewaskan empat orang
14 May 2024 18:06 WIB, 2024
BNPB: Denda pelaku kebakaran di Bromo masih kurang dibanding biaya water bombing
12 September 2023 5:50 WIB, 2023
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemprov Kepri hadirkan pangan murah melalui gerakan pangan murah serentak 2026
13 February 2026 15:19 WIB