Karimun (ANTARA Kepri) - Anggota Komisi A DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Zulfikar meminta Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya setempaat melakukan terobosan dengan menyiapkan program kepariwisataan yang mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara.

"Dinas Pariwisata harus menyusun program baru yang lebih bermanfaat dalam menjual potensi wisata kepada wisatawan mancanegara pada 2012," katanya di Tanjung Balai Karimun, Minggu.

Sepanjang 2011, kata Zulfikar, banyak kegiatan kepariwisataan  hanya sekadar hiburan untuk masyarakat setempat, tetapi tidak mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisman.

Menurut dia, kegiatan kesenian seperti Tarian Dangkong atau Ghazal sebenarnya memiliki nilai jual tinggi jika dikemas dan dipromosikan dengan baik.

"Festival Dangkong setiap tahun memang mampu mengundang grup kesenian dari Singapura atau Malaysia, tetapi tidak berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisman yang kami nilai stagnan setiap tahun," ucapnya.

Padahal, kalau dipromosikan mungkin negara berkebudayaan Melayu di Asia Tenggara bisa berpartisipasi dalam acara itu, imbuh Zulfikar.

Hal yang sama juga terjadi pada lomba jong dan sampan layar yang termasuk dalam kalender kepariwisataan. Lomba jong dan sampan layar memiliki potensi besar namun belum dioptimalkan dengan baik sehingga tidak mampu mengundang wisman.

"Jika dibandingkan dengan kegiatan kepariwisataan di Bintan, maka Karimun jauh tertinggal," katanya.

Ia mencontohkan Tour de Bintan yang digelar setiap tahun mampu mengundang wisman dari berbagai negara di dunia, begitu juga dengan Dragon Boat Race di Tanjungpinang yang dimeriahkan dengan kehadiran peserta dari Eropa dan Asia.

Dia mengatakan letak Karimun yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia, sama seperti Bintan sebenarnya memiliki potensi cukup besar serta ditambah dengan keindahan alam dan objek pariwisata.

Karimun memiliki objek wisata pantai yang indah seperti Pantai Telunas, Pantai Pelawan, Pantai Pongkar serta pantai lainnya.

Objek wisata seperti Batu Bersurat, pemandian air panas di Tanjung Hutan, Kecamatan Buru, Tapak Badang Perkasa harus dikelola dengan baik dan dipromosikan kepada turis asing.

'Di Bintan, acara seperti Tour de Bintan memiliki target dalam meningkatkan kunjungan wisata. Kami berharap Dispar Karimun juga memiliki kegiatan yang terukur sehingga tidak terkesan menghabiskan anggaran untuk kegiatan seremonial atau mengundang artis ibukota," tuturnya. 

Zulfikar mengatakan Karimun juga memiliki peluang untuk membangun kawasan wisata terpadu seperti di Lagoi, Bintan karena didukung dengan status kawasan perdagangan bebas di Pulau Karimun Besar.

"Perencanaan matang dengan membuat terobosan baru sangat diharapkan sehingga pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata meningkat pada 2012," kata Zulfikar menambahkan.*
(pso-028/A013)