Banyan Tree Bintan Tanam Mangrove di Tanjungpinang
Minggu, 8 Januari 2012 18:22 WIB
Manager Hotel Angsana Bintan dan Banyan Tree Bintan, Herman Buspa (kanan) bersama warga dan mahasiswa, menanam pohon bakau di pesisir Senggarang, Tanjungpinang, Kepri, Minggu (8/1). (kepri.antaranews.com/Henky Mohari/jo)
Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Hotel dan Resor Banyan Tree Bintan bekerja sama dengan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji, menanam bibit pohon mangrove di pesisir pantai Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
"Penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian Banyan Tree Bintan terhadap kelestarian lingkungan, selain untuk mencegah terjadinya abrasi pantai khususnya di kawasan pesisir," kata Manajer Hotel Banyan Tree Bintan, Herman Buspa di sela penanaman mangrove atau bakau di Tanjungpinang, Minggu.
Pada 2012 pihaknya menargetkan penanaman pohon bakau sebanyak 10.000 batang di Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) untuk membantu mempertahankan daerah pesisir dari abrasi laut.
"Tahap awal ini kami baru menanam 2.000 pohon," ujarnya.
Selain melakukan penanaman bakau, pihaknya juga menanam pohon penghijauan di daratan untuk melindungi dari karbon monoksida seiring bertambahnya polusi udara akibat kendaraan dan pertumbuhan penduduk.
"Terutama pohon hijau berdaun lebar yang kami tanam agar bisa menyerap karbon monoksida dan debu, terutama di perkotaan," katanya.
Sejumlah mahasiswa, karyawan hotel dan wisatawan mancanegara tampak antusias melakukan penanaman bakau, walaupun diguyur hujan lebat.
Penghijauan itu menurut Herman juga merupakan bagian dari "corporate social responsibility" (CSR) dari Banyan Tree Bintan selain untuk bidang pendidikan dan konservasi alam.
Manager CSR Angsana Bintan dan Banyan Tree Bintan, Henry Ali Singer mengatakan, aksi penanaman pohon hijau, mangrove dan jenis lainnya merupakan kegiatan tahunan yang telah berlangsung sejak 2007.
"Sampai saat ini kami telah menanam lebih kurang 22.300 pohon," katanya.
Sebagai hotel yang peduli dengan kelestarian lingkungan, Angsana Bintan dan Banyan Tree Bintan menurut dia juga telah mendapatkan penghargaan Green Hotel Award dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Desember 2011.
"Angsana Bintan juga didominasikan untuk mendapatkan ASEAN Green Hotel Award, diharapkan dalam ajang itu Bintan lebih dipromosikan sebagai salah satu tujuan wisata berwawasan lingkungan tingkat dunia," kata Henry.
Salah seorang wisatawan asal Jerman, Mr Weil yang ikut melakukan penanaman pohon bakau menyebutkan sangat senang bisa ambil bagian dalam pelestarian lingkungan, terutama daerah pesisir.
"Saya senang mengikuti kegiatan ini, apalagi ini pengalaman sangat berbeda yang saya rasakan karena bisa bersama masyarakat lokal memberikan kontribusi untuk pelestarian lingkungan," kata Weil.
(HM/N005)
"Penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian Banyan Tree Bintan terhadap kelestarian lingkungan, selain untuk mencegah terjadinya abrasi pantai khususnya di kawasan pesisir," kata Manajer Hotel Banyan Tree Bintan, Herman Buspa di sela penanaman mangrove atau bakau di Tanjungpinang, Minggu.
Pada 2012 pihaknya menargetkan penanaman pohon bakau sebanyak 10.000 batang di Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) untuk membantu mempertahankan daerah pesisir dari abrasi laut.
"Tahap awal ini kami baru menanam 2.000 pohon," ujarnya.
Selain melakukan penanaman bakau, pihaknya juga menanam pohon penghijauan di daratan untuk melindungi dari karbon monoksida seiring bertambahnya polusi udara akibat kendaraan dan pertumbuhan penduduk.
"Terutama pohon hijau berdaun lebar yang kami tanam agar bisa menyerap karbon monoksida dan debu, terutama di perkotaan," katanya.
Sejumlah mahasiswa, karyawan hotel dan wisatawan mancanegara tampak antusias melakukan penanaman bakau, walaupun diguyur hujan lebat.
Penghijauan itu menurut Herman juga merupakan bagian dari "corporate social responsibility" (CSR) dari Banyan Tree Bintan selain untuk bidang pendidikan dan konservasi alam.
Manager CSR Angsana Bintan dan Banyan Tree Bintan, Henry Ali Singer mengatakan, aksi penanaman pohon hijau, mangrove dan jenis lainnya merupakan kegiatan tahunan yang telah berlangsung sejak 2007.
"Sampai saat ini kami telah menanam lebih kurang 22.300 pohon," katanya.
Sebagai hotel yang peduli dengan kelestarian lingkungan, Angsana Bintan dan Banyan Tree Bintan menurut dia juga telah mendapatkan penghargaan Green Hotel Award dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Desember 2011.
"Angsana Bintan juga didominasikan untuk mendapatkan ASEAN Green Hotel Award, diharapkan dalam ajang itu Bintan lebih dipromosikan sebagai salah satu tujuan wisata berwawasan lingkungan tingkat dunia," kata Henry.
Salah seorang wisatawan asal Jerman, Mr Weil yang ikut melakukan penanaman pohon bakau menyebutkan sangat senang bisa ambil bagian dalam pelestarian lingkungan, terutama daerah pesisir.
"Saya senang mengikuti kegiatan ini, apalagi ini pengalaman sangat berbeda yang saya rasakan karena bisa bersama masyarakat lokal memberikan kontribusi untuk pelestarian lingkungan," kata Weil.
(HM/N005)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Bappenas: Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Penyengat bisa jadi destinasi wisata
11 April 2026 11:35 WIB
Harga tiket reri Singapura-Batam naik, Disbudpar pastikan wisata tetap normal
13 March 2026 15:42 WIB
Sering ngantuk saat puasa? Ahli Gizi: Jangan andalkan kopi saat sahur, ini risikonya
24 February 2026 17:36 WIB