Pemkab Natuna batal adakan bibit sapi bagi peternak
Senin, 4 November 2024 16:15 WIB
Papan plang kabid Peternakan dan Kesehatan DKPP Natuna (ANTARA/Muhamad Nurman)
Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau membatalkan program pengadaan bibit sapi untuk peternak di wilayah setempat.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Zulfikar di Natuna, Senin, mengatakan di 2024 dinasnya telah menganggarkan Rp1,2 miliar untuk pengadaan bibit sapi.
"Pengadaan bibit sapi untuk tahun ini batal," ucap dia.
Menurut dia, pembatalan bukan dikarenakan anggaran berkurang, namun bibit unggul yang mau dibeli tidak tersedia.
Ia menjelaskan di Indonesia Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan dua daerah penghasil sapi terbaik, namun, sapi NTB mengalami penyakit mulut dan kuku (PMK) atau wilayah PMK. Sedangkan NTT, menurut aturan gubernurnya, mereka tidak bisa menjual bibit sapi ke luar NTT.
Dan pihaknya lanjut dia, telah menargetkan NTT sebagai daerah untuk pengadaan bibit tersebut. Ia menambahkan, pihaknya enggan membeli bibit dari daerah lain, selain bibit yang dimiliki tidak unggul, sapi yang rentan terjangkiti PMK juga menjadi alasan lainnya.
"Menurut pergub No 52 NTT, mereka dilarang mengeluarkan bibit, namun untuk sapi potong diperbolehkan dan tentunya sesuai berat," ujar dia.
Ia mengemukakan pernah berpikiran untuk membeli bibit dari Kabupaten Kepulauan Anambas, namun diurungkan dikarenakan bibit yang dimiliki Anambas masih satu jenis.
"Jika kita ambil dari Anambas, generasi berikutnya berpotensi kecil, kita maunya keturunan dari pengadaan sapi kita bagus," ucap dia.
Pada pemberitaan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, menganggarkan Rp1.2 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024 untuk pengadaan bibit sapi.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Zulfikar di Natuna, Jumat, menyebut kegiatan pengadaan bibit sapi akan dimulai pada pertengahan 2024.
"Antara Mei, Juni atau Juli, dari APBD, sekitar Rp1,265 miliar," ucap dia.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Zulfikar di Natuna, Senin, mengatakan di 2024 dinasnya telah menganggarkan Rp1,2 miliar untuk pengadaan bibit sapi.
"Pengadaan bibit sapi untuk tahun ini batal," ucap dia.
Menurut dia, pembatalan bukan dikarenakan anggaran berkurang, namun bibit unggul yang mau dibeli tidak tersedia.
Ia menjelaskan di Indonesia Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan dua daerah penghasil sapi terbaik, namun, sapi NTB mengalami penyakit mulut dan kuku (PMK) atau wilayah PMK. Sedangkan NTT, menurut aturan gubernurnya, mereka tidak bisa menjual bibit sapi ke luar NTT.
Dan pihaknya lanjut dia, telah menargetkan NTT sebagai daerah untuk pengadaan bibit tersebut. Ia menambahkan, pihaknya enggan membeli bibit dari daerah lain, selain bibit yang dimiliki tidak unggul, sapi yang rentan terjangkiti PMK juga menjadi alasan lainnya.
"Menurut pergub No 52 NTT, mereka dilarang mengeluarkan bibit, namun untuk sapi potong diperbolehkan dan tentunya sesuai berat," ujar dia.
Ia mengemukakan pernah berpikiran untuk membeli bibit dari Kabupaten Kepulauan Anambas, namun diurungkan dikarenakan bibit yang dimiliki Anambas masih satu jenis.
"Jika kita ambil dari Anambas, generasi berikutnya berpotensi kecil, kita maunya keturunan dari pengadaan sapi kita bagus," ucap dia.
Pada pemberitaan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, menganggarkan Rp1.2 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024 untuk pengadaan bibit sapi.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Zulfikar di Natuna, Jumat, menyebut kegiatan pengadaan bibit sapi akan dimulai pada pertengahan 2024.
"Antara Mei, Juni atau Juli, dari APBD, sekitar Rp1,265 miliar," ucap dia.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor : Angiela Chantiequ
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna anggarkan Rp1,2 miliar untuk pengadaan bibit sapi di 2024
19 January 2024 13:14 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB
Pemkot Batam dukung usulan bebas visa kunjungan bagi 8 negara dongkrak kunjungan wisman
05 June 2026 14:59 WIB