Batam (ANTARA Kepri) - Polda Kepulauan Riau segera melakukan penyidikan tertabraknya Jembatan Enam Barelang, Kota Batam oleh tongkang APC Aussie I walaupun dugaan sementara karena cuaca buruk.
"Kami terus melakukan penyidikan, walaupun dugaan awal karena cuaca buruk," kata Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Brigjen Yotje Mende saat meninjau Jembatan Enam Barelang di Pulau Rempang, Kota Batam, Rabu.
Yotje mengatakan, telah memintai keterangan dua anak buah kapal dan akan memanggil agen perusahaan yang membawa kapal tersebut ke perairan Pulau Galang.
"Kami akan memintai keterangan kepada mereka, karena diketahui kapal ini sudah lego jangkar sejak sekitar enam bulan yang lalu," kata dia.
Kapolda mengatakan, kejadian tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa namun jembatan rusak parah.
Data yang dikumpulkan sementara Polda Kepri, kata dia, kemungkinan estimasi kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 hingga pukul 03.10 WIB.
Kapal terbawa arus sejauh 1,33 mil dari posisi awal di kawasan lego jangkar perairan Galang sejak pukul 02.30WIB, Rabu dinihari. Cuaca Ekstrem saat itu menyebabkan putusnya 8 jangkar kapal sehingga terbawa arus gelombang perairan.
Selama 40 menit Kapal APC Aussie 1 terbawa arus gelombang laut yang saat itu sedang ekstrem melewati alur perairan selebar 40 meter hingga menabrak Jembatan 6 sekitar pukul 03.10 WIB. Namun selama terbawa arus, tambah dia, seluruh awak tidak sempat berkomunikasi.
Sementara itu, Direktur PTSP dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan pihak yang bertanggung jawab untuk proses evakuasi kapal adalah pemilik dan agen kapal yang bersangkutan.
"Aset ini milik BP Batam, namun atas kejadian ini yang bertanggung jawab untuk evakuasi agen kapal dan pemilik kapal," kata Djoko. (KR-LNO/N005)
Editor: Rusdianto
Polda Kepri Selidiki Tongkang Tabrak Jembatan
Rabu, 6 Juni 2012 19:53 WIB
Tongkang APC Aussie 1 tabrak menabrak sisi Jembatan Enam Barelang, Rabu (6/6) dinihari. (kepri.antaranews.com/Larno)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026