Perajin Batam Beralih ke Tempe Gembus
Senin, 30 Juli 2012 22:55 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Perajin tempe Kota Batam Kepulauan Riau beralih membuat tempe gembus karena harga bahan baku kedelai yang melambung.
"Sekarang tempe gembus diminati karena harga kedelai makin tinggi," kata perajin tempe Sei Pancur Sungai Beduk Sugeng di Batam, Senin.
Tempe gembus merupakan olahan dari rebusan ampas tahu yang ditiriskan.
Sugeng mengatakan, sebenarnya tempe gembus sudah lama ada, namun kini makin banyak diproduksi karena bahan baku kedelai langka di pasaran.
"Sekarang lebih banyak yang laku karena dari kedelai susah didapat," sambungnya.
Karena terbuat dari ampas tahu, harga tempe gembus tiga kali lebih murah ketimbang tempe biasa.
"Kalau tempe satu papan Rp1.000 kalau tempe gembus dapat tiga," kata dia.
Perajin lain, Tugiyo mengatakan permintaan tempe gembus meningkat sejak tempe biasa mulai langka.
Sementara itu, di pasaran, ukuran tahu dan tempe di pasar-pasar Batam mulai mengecil seiring makin tingginya harga bahan baku.
"Harga tidak naik, ukurannya saja diperkecil," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Ahmad Hijazi.
Ia mengatakan harga kedelai di Batam saat ini Rp7,2 ribu per kilogram sementara di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain bisa mencapai Rp8 ribu hingga Rp9 ribu per kilogram dari awalnya Rp4 ribu hingga Rp5 ribu per kilogram.
"Harganya sama-sama naik secara bertahap sejak sekitar lima bulan yang lalu, namun di Batam tidak setinggi di Jawa dan daerah lain," kata dia.
Ia mengatakan, posisi Batam yang berada di perbatasan menguntungkan apalagi komoditas kedelai tidak diatur dalam tata niaga perdagangan oleh pemerintah sehingga bebas masuk Batam.
"Di Batam 100 persen kedelainya impor. Jadi letaknya yang dekat dengan gudang kedelai Asia di Johor Bahru, jadi tidak mengalami kesulitan pasokan," kata dia.
Kebutuhan kedelai di Batam setiap bulan mencapai 2.000 ton per bulan untuk memenuhi sekitar 50 pabrik tahu dan tempe yang rata-rata menghabiskan sekitar 1,2 ton kedelai per hari. (Y011/Y008)
Editor: Rusdianto
"Sekarang tempe gembus diminati karena harga kedelai makin tinggi," kata perajin tempe Sei Pancur Sungai Beduk Sugeng di Batam, Senin.
Tempe gembus merupakan olahan dari rebusan ampas tahu yang ditiriskan.
Sugeng mengatakan, sebenarnya tempe gembus sudah lama ada, namun kini makin banyak diproduksi karena bahan baku kedelai langka di pasaran.
"Sekarang lebih banyak yang laku karena dari kedelai susah didapat," sambungnya.
Karena terbuat dari ampas tahu, harga tempe gembus tiga kali lebih murah ketimbang tempe biasa.
"Kalau tempe satu papan Rp1.000 kalau tempe gembus dapat tiga," kata dia.
Perajin lain, Tugiyo mengatakan permintaan tempe gembus meningkat sejak tempe biasa mulai langka.
Sementara itu, di pasaran, ukuran tahu dan tempe di pasar-pasar Batam mulai mengecil seiring makin tingginya harga bahan baku.
"Harga tidak naik, ukurannya saja diperkecil," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Ahmad Hijazi.
Ia mengatakan harga kedelai di Batam saat ini Rp7,2 ribu per kilogram sementara di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain bisa mencapai Rp8 ribu hingga Rp9 ribu per kilogram dari awalnya Rp4 ribu hingga Rp5 ribu per kilogram.
"Harganya sama-sama naik secara bertahap sejak sekitar lima bulan yang lalu, namun di Batam tidak setinggi di Jawa dan daerah lain," kata dia.
Ia mengatakan, posisi Batam yang berada di perbatasan menguntungkan apalagi komoditas kedelai tidak diatur dalam tata niaga perdagangan oleh pemerintah sehingga bebas masuk Batam.
"Di Batam 100 persen kedelainya impor. Jadi letaknya yang dekat dengan gudang kedelai Asia di Johor Bahru, jadi tidak mengalami kesulitan pasokan," kata dia.
Kebutuhan kedelai di Batam setiap bulan mencapai 2.000 ton per bulan untuk memenuhi sekitar 50 pabrik tahu dan tempe yang rata-rata menghabiskan sekitar 1,2 ton kedelai per hari. (Y011/Y008)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Trump beri tahu Putin tentang pembicaraan terbarunya dengan Zelenskyy dan para pemimpin Eropa
19 August 2025 9:53 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB