Iperindo: Dukungan Industri Komponen Perkapalan Masih Minim
Sabtu, 11 Agustus 2012 14:21 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menyatakan dukungan industri komponen perkapalan pendorong industri nasional masih minim sehingga pasokan komponen perkapalan sebagian besar masih dipenuhi produk impor.
"Industri komponen perkapalan nasional hanya menyumbangkan sekitar 35 persen material dalam struktur komponen pembangunan kapal. Komponen terbanyak masih harus didatangkan dari luar negeri," kata Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Iperindo, Norvirwan S. Said, di Batam.
Yang jadi masalah bagi Indonesia, menurut dia, adalah tidak membangun industri komponen kapal dengan baik sehingga industri perkapalan masih sulit tumbuh.
"Ketergantungan impor komponen yang relatif tinggi memengaruhi harga jual kapal dan waktu pengiriman," kata dia.
Dikatakan Norvirwan, sejumlah komponen yang tidak dihasilkan industri komponen perkapalan nasional harus diimpor, di antaranya boller, pump, electric cable, transformer, dan battery carger.
Beberapa komponen tersebut, kata dia, bila bisa diproduksi di dalam negeri akan bisa memberi penerimaan yang besar.
Ia mengatakan bahwa China, Korea, dan Jepang merupakan negara utama penghasil komponen-komponen tersebut sehingga mampu memperoleh pendapatan yang besar.
"Jumlah galangan kapal yang ada di Indonesia sekitar 250 perusahaan. Namun, dari galangan kapal yang ada rata-rata memproduksi kapal dalam ukuran kecil tanpa memproduksi alat-alat tersebut," kata dia.
Di tempat yang sama, Ketua KPPU RI Tadjuddin Noer Said menyampaikan bahwa industri perkapalan merupakan industri tertua di Indonesia dan ini harus didorong pertumbuhnya untuk terus maju.
"Mudah-mudahan dari pertemuan ini kami dapat membuat sebuah saran kepada Bapak Presiden guna mengembangkan dunia perkapalan di Indonesia," kata dia. (KR-LNO/D007)
Editor: Rusdianto
"Industri komponen perkapalan nasional hanya menyumbangkan sekitar 35 persen material dalam struktur komponen pembangunan kapal. Komponen terbanyak masih harus didatangkan dari luar negeri," kata Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Iperindo, Norvirwan S. Said, di Batam.
Yang jadi masalah bagi Indonesia, menurut dia, adalah tidak membangun industri komponen kapal dengan baik sehingga industri perkapalan masih sulit tumbuh.
"Ketergantungan impor komponen yang relatif tinggi memengaruhi harga jual kapal dan waktu pengiriman," kata dia.
Dikatakan Norvirwan, sejumlah komponen yang tidak dihasilkan industri komponen perkapalan nasional harus diimpor, di antaranya boller, pump, electric cable, transformer, dan battery carger.
Beberapa komponen tersebut, kata dia, bila bisa diproduksi di dalam negeri akan bisa memberi penerimaan yang besar.
Ia mengatakan bahwa China, Korea, dan Jepang merupakan negara utama penghasil komponen-komponen tersebut sehingga mampu memperoleh pendapatan yang besar.
"Jumlah galangan kapal yang ada di Indonesia sekitar 250 perusahaan. Namun, dari galangan kapal yang ada rata-rata memproduksi kapal dalam ukuran kecil tanpa memproduksi alat-alat tersebut," kata dia.
Di tempat yang sama, Ketua KPPU RI Tadjuddin Noer Said menyampaikan bahwa industri perkapalan merupakan industri tertua di Indonesia dan ini harus didorong pertumbuhnya untuk terus maju.
"Mudah-mudahan dari pertemuan ini kami dapat membuat sebuah saran kepada Bapak Presiden guna mengembangkan dunia perkapalan di Indonesia," kata dia. (KR-LNO/D007)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Yayasan Bintan Resort Terima Dukungan Pendidikan dari donatur asal Singapura
03 December 2025 14:43 WIB
Eropa tengah bersiap hadapi kemungkinan Presiden AS setop dukungan ke Ukraina
24 November 2025 10:53 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelindo Tanjungpinang layani 221.466 penumpang selama Natal dan Tahun baru
24 January 2026 18:19 WIB