Karimun (ANTARA Kepri) - Demam berdarah dengue sejak Januari lalu, menghantui masyarakat di Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

"Sejak Januari lalu akumulasi korban demam berdarah dengue (DBD) yang tercatat di RSUD Karimun dan Puskesmas di Tanjung Balai Karimun sebanyak 49 orang dengan rincian 13 kasus di RSUD dan 36 kasus di puskesmas, kami tidak mengetahui langkah apa yang telah dilakukan Dinas Kesehatan untuk memberangus 'hantu' DBD yang jadi momok bagi masyarakat di Pulau Karimun Besar," ucap Ketua Fraksi PDIP DPRD Karimun, Jamaluddin, di RSUD Karimun, Selasa. 

Jamaluddin menuturkan dirinya berinisiatif mengecek langsung ke RSUD Karimun dan puskesmas di Tanjung Balai Karimun untuk memastikan informasi yang diperolehnya dari masyarakat.

"Masyarakat mengeluhkan belum ada tindak lanjut dari Dinkes untuk melakukan pengasapan (fogging) di rumah dan wilayah korban berdomisili, meski telah berkali-kali melaporkannya. Ternyata memang benar adanya laporan masyarakat tersebut," tuturnya

Dia memaparkan terkait hal itu dia meragukan pencapaian target kedua dari empat program prioritas pembangunan yang dibiayai APBD Karimun Tahun Anggaran 2012 bisa terlaksana secara optimal.

"Meski setiap tahun sangat besar anggaran yang dikucurkan untuk membiayai kegiatan program di Dinkes, saya pesimistis, poin kedua dari empat program prioritas pembangunan tahun ini, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan bisa tercapai," paparnya.

Terkait kondisi tersebut, kata dia, sudah seharusnya Bupati Karimun menegur pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, karena lalai menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

"Atau maafkan saja seperti yang sudah-sudah, jika empat program prioritas yang dibiayai APBD Karimun Tahun Anggaran 2012 hanya sebatas slogan dan tidak perlu dicapai," katanya.

Masih pada kesempatan itu, dia menuturkan, ironisnya dari 49 kasus DBD yang terjadi jumlah korban terbanyak berdomisili di ibu kota Kabupaten Karimun

Rinciannya, 21 kasus di Kecamatan Karimun yang merupakan ibukota kabupaten, 19 kasus di Kecamatan Meral, 6 kasus di Kecamatan Tebing dan 3 kasus di Pulau Kundur. Di Pulau Karimun Besar saja ditemukan sebanyak 49 kasus, tentu tidak tertutup kemungkinan jumlah kasus DBD yang lebih besar bisa saja terjadi diluar Pulau Karimun Besar, tutur Jamaluddin.

Berdasarkan data yang dihimpun, di RSUD Karimun 13 kasus, rincian September ini tercatat 4 kasus DBD masing-masing atas nama, Raihan (6 bulan) alamat Kundur, Dewa Nor (12 th) alamat Kundur, Salma (6 th) alamat Bukit Senang, Bunga Askia (4 th) alamat Kundur.

Agustus sebanyak 1 kasus, atas nama Nafiza (3,8 th) alamat Kampung Padi, Meral. Pada bulan Juli sebanyak 1 kasus, atas nama Kesa Hafsabila (5 th) alamat Batu Lipai. Juni, 1 kasus atas nama Arfandi (11 th) alamat Tebing. Mei, 1 kasus atas nama Windy (6,4 th). April, 1 kasus atas nama Qhonita Fairuzza (3,1 th) alamat TMK, Meral. Februari, 1 kasus atas nama Stevanus (5 bulan) alamat Tebing dan Januari, 3 kasus atas nama M Adrian (9 bulan) alamat Bukit Senang, Diky (13 th) alamat Bukit Sidomulyo dan Nabila (5 th) alamat Sepedas, Meral.

Di Puskesmas Tanjung Balai Karimun 36 kasus. Bulan Januari 9 kasus. Februari, 5 kasus. Maret 1 kasus. April, 1 kasus. Mei, 2 kasus. Juni, 4 kasus. Juli, 6 kasus. Agustus, 4 kasus. September, 4 kasus. (HAM/A013)

Editor: Rusdianto