Batam (ANTARA) - Sebanyak 50 sekolah dasar (SD) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kompetensi penggunaan papan interaktif digital (PID) atau interactive flat panel (IFP) sebagai sarana pembelajaran berbasis teknologi digital.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Batam Yusal di Batam, Selasa, mengatakan 50 sekolah ini dipilih sebagai percontohan penerapan PID untuk pembelajaran.
“Sekolah-sekolah ini kita jadikan contoh, ajang untuk transformasi. Hari ini guru-guru ditantang untuk bisa beradaptasi dengan digitalisasi, terutama dalam proses pembelajaran. Output-nya agar peserta didik bisa merasakan perubahan digital secara positif,” ujar dia.
Baca juga: Polda Kepri gagalkan pengiriman ratusan PMI ilegal hingga Oktober
Ia mengharapkan para guru yang mengikuti kegiatan ini juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Secara tanggung jawab, mereka akan menjadi bekal di sekolah masing-masing namun juga diharapkan mengimbas ke sekolah lain,” katanya.
Dari total 362 SD di Batam, ia menyebut, sudah ada 215 sekolah yang menerima perangkat PID.
Seorang perwakilan Tim Digitalisasi Pembelajaran Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yasmine, menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan di Batam ini sebagai tindak lanjut dari bimbingan teknis yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta.
“Batam menjadi kota pertama dari 120 daerah yang menjalankan program lanjutan ini,” ujarnya.
Baca juga: Menko Yusril ajak masyarakat di Kepri jaga keislaman dan kemelayuan
Seorang guru SDN 005 Batam Andri yang ikut dalam kegiatan tersebut, menyebut penggunaan PID membuat siswa lebih antusias dan aktif.
“Anak-anak sangat ingin tahu, banyak yang tertarik mencoba. Kalau pakai proyektor keterlibatan siswa terbatas, tapi dengan PID mereka bisa lebih interaktif dan pembelajaran jadi lebih terbantu,” ujarnya.
Melalui program ini, Disdik Batam berharap proses digitalisasi pembelajaran menggunakan PID di tingkat SD bisa berjalan lebih lancar seiring dengan masuknya sarana tersebut ke setiap sekolah.
Baca juga:
Pemkab Natuna ingatkan pentingnya pendidikan bagi masa depan kemajuan bangsa
Disdamkarmat Batam pastikan waktu respons bencana di bawah 15 menit