Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Profesor Zudan Arif Fakrulloh mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov Kepri) konsisten menerapkan manajemen talenta untuk pengisian jabatan ASN pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal itu ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan penerapan manajemen talenta oleh Kepala BKN kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang.

"Kami berharap pelaksanaan manajemen talenta terus ditingkatkan, termasuk di tingkat Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepri," kata Zudan dalam kunjungannya ke Tanjungpinang, Selasa.

Baca juga: Pemprov Kepri pinjam ke bank Rp400 M untuk bangun infrastruktur

Zudan menyebut manajemen talenta ASN merupakan alat atau instrumen dalam memilih pejabat secara objektif dan transparan. Pejabat yang dipilih itu bertugas merealisasikan visi-misi gubernur maupun bupati/wali kota.

Zudan menyebut visi-misi kepala daerah merupakan hulunya, sementara sumber daya manusia (SDM) meliputi kepegawaian, keuangan dan kelembagaan ialah hilirnya.

Keduanya (hulu dan hilir), kemudian dikonkretkan ke dalam visi dan misi kepala daerah yang bertujuan mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat.

"BKN sudah ditugaskan Bapak Presiden Prabowo untuk mengorkestrasi program Asta Cita melalui pencapaian visi dan misi gubernur dan bupati/wali kota," ungkapnya.

Baca juga: Gubernur Ansar serahkan DPA APBD 2026 senilai Rp3,5 triliun 33 ke OPD

Dengan manajemen talenta, lanjut Zudan, kader-kader calon pejabat sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari.

Ia mencontohkan ketika Kepala Kesbangpol Kepri pensiun, maka dalam kurun waktu minggu pejabat baru sudah bisa dilantik, karena kadernya atau pejabat eselon III sudah disiapkan, dibimbing serta dilatih BKN.

"Pemprov Kepri tinggal minta izin BKN untuk menunjuk sekaligus melantik pejabat dimaksud. Prosesnya hanya memakan waktu seminggu," ucapnya.

Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad berkomitmen menjadikan daerahnya sebagai lumbung pertumbuhan ekonomi di garis terdepan wilayah perbatasan negara. Menurutnya salah satu kunci keberhasilan pembangunan terletak pada optimalisasi ASN sebagai motor penggerak utama.

“Manajemen talenta memungkinkan kita mengidentifikasi potensi, kompetensi, dan kualifikasi ASN secara tepat,” ungkap Ansar.

Baca juga: Dinkes Kepri kirim sampel suspek pasien penyakit Super Flu ke Kementerian Kesehatan

Ia turut memaparkan capaian Indeks Sistem Merit Provinsi Kepri yang terus meningkat sejak 2021 hingga 2024, dari 296,50 poin (kategori baik) menjadi 330,50 poin (kategori sangat baik). Kemudian, Indeks Kualitas Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dengan nilai 82,58 berpredikat baik.

Selain itu, Pemprov Kepri juga meraih peringkat terbaik kedua nasional Inovasi Pengelolaan Kepegawaian dalam ajang BKN Awards 2025.

Prinsip the right man in the right place at the right time harus menjadi fokus kita. ASN pun kita dorong terus memanfaatkan teknologi mutakhir seperti AI, big data, dan Internet of Things guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ucap Ansar.

Baca juga: Polda Kepri dan BPKP perkuat sinergi cegah kerugian keuangan negara



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kepala BKN : Pemprov Kepri konsisten terapkan manajemen talenta ASN