Batam (ANTARA) - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) tetap mempertahankan jumlah porsi dan nilai gizi Makan Bergizi Gratis (BMG) di tengah tantangan kenaikan harga bahan pangan menjelang Ramadhan.

Kepala Dapur SPPG Batu Besar 3 Polda Kepri, Eva Andriani di Batam, Rabu, membenarkan adanya kenaikan harga pangan yang membuat pihaknya berstrategi untuk mempertahankan porsi dan nilai gizi MBG agar tetap sesuai standar.

“Sejauh ini memang banyak perubahan harga. Tapi kami bisa mengatasinya tanpa mengurangi porsi dan nilai gizinya,” kata Eva.

Dia menyebut salah satu bahan pangan yang mengalami kenaikan harga seperti ayam potong yang biasanya Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram kini bertahan di harga Rp40 ribu per kg.

Baca juga: Tim gabungan gagalkan penyelundupan benih lobster senilai Rp11 miliar di Batam

Selain ayam yang menjadi salah satu sumber protein yang digemari siswa penerima MBG, harga sayuran juga mengalami kenaikan, seperti buncis Rp36 ribu per kg.

Eva menjelaskan, ketika terjadi kenaikan harga pihaknya mencari alternatif untuk mengganti komoditas pangan tersebut dengan harga yang sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dapur SPPG.

Dia mencontohkan, apabila hari ini menu sayurnya buncis dan wortel. Tapi karena harga buncis tembus Rp36 ribu per kg, maka diganti menjadi kol yang harganya Rp10 ribu per kg.

Begitu pula dengan protein, bila harga ayam sedang tinggi, maka menu diselingi dengan telur.

“Sejauh ini, kalau harga ayam tinggi, kami masukkan menu telur dalam satu minggu satu kali,” katanya.

Baca juga: Batam berkontribusi 79,58 persen total kunjungan wisman ke Kepri

Biasanya kalau harga ayam normal, menu telur hanya dijadikan selingan, seminggu sekali atau satu bulan sekali.

Ayam masih menjadi menu kegemaran siswa penerima MBG yang dilayani SPPG Batu Besar 3 Polda Kepri. Seperti ayam goreng tepung, ayam bakar, ayam saus madu, dan ayam kecap.

Sejak harga ayam naik, menu telur disajikan dengan beberapa varian seperti telur dadar dicampur sayuran, dan mata sapi.

Sementara untuk menu ikan kurang disukai oleh anak-anak. “Untuk telur bulat anak-anak kurang suka, ikan juga,” katanya.

SPPG Batu Besar 3 Polda Kepri beroperasi sejak Agustus 2025, melayani 15 sekolah dengan jumlah penerima MBG 2.955 siswa dan 164 tenaga kependidikan. Juga melayani tiga posyandu dengan jumlah penerima 659 porsi.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: SPPG Polda Kepri pertahankan porsi dan nilai gizi MBG saat harga bahan naik