Tanjungpinang (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) RI mengirim pendakwah atau dai ke wilayah pulau tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Provinsi Kepulauan Riau selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

"Kemenag telah mengirim seorang dai untuk wilayah 3T, khususnya di Kabupaten Lingga," kata Kepala Kanwil Kemenag Kepri Zoztafia di Tanjungpinang, Rabu.

Zoztafia menjelaskan secara nasional Kemenag mengirimkan hampir 2.000 dai 3T untuk Ramadhan 2026. Mereka disebar di berbagai pelosok di tanah air.

Baca juga: SPPG Batam terapkan sistem pengantaran paket MBG selama bulan Ramadhan

Menurut dia dai yang ditugaskan di kawasan 3T itu membawa misi penguatan iman, spiritualitas, serta nilai-nilai kebangsaan, termasuk pesan ekoteologi yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.

Para pendakwah tersebut akan membersamai warga sekitar selama kurang lebih 30 hari guna memperkuat pengetahuan agama hingga pembelajaran Al Quran sepanjang Ramadhan.

Menurut dia kehadiran dai di kawasan 3T sebagai wujud simbol kehadiran negara hingga ke pelosok pulau atau wilayah paling jauh.

Baca juga: Dinsos PM Batam sebut pengecekan desil penerima bansos kini diperketat

"Melalui program dai 3T Ramadhan ini Kemenag berharap masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar mendapatkan penguatan keagamaan sekaligus dorongan semangat kebangsaan secara berkelanjutan," ujar Zoztafia.

Selain itu, lanjut dia, Kanwil Kemenag Kepri selama Ramadhan bakal berkeliling di tujuh kabupaten/kota setempat untuk melaksanakan safari Ramadhan.

Kemenag Kepri akan memperbanyak edukasi kepada masyarakat dalam hal memperoleh ilmu dan keberkahan pada momentum Ramadhan.

"Kami akan membersamai masyarakat hingga ke tingkat bawah selama Ramadhan ini," ujarnya.

Baca juga: Kemenag: Hilal Ramadhan tidak terlihat di langit Tanjungpinang

Zoztafia turut mengimbau pendakwah yang mengisi ceramah Ramadhan agar dapat menyebarkan narasi yang menyejukkan hati serta memperbanyak edukasi positif kepada jamaah dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Ia mengajak para pendakwah menghindari ceramah yang berbau provokatif apalagi berpotensi memecah belah bangsa, apalagi wilayah Kepri terkenal sangat kondusif baik dari segi agama, sosial hingga politik.

"Mari bersama-sama jaga kondusivitas Kepri menyambut datangnya Ramadhan 1447 Hijriah," demikian Zoztafia.

Baca juga: Kemenag Kepri mengimbau masyarakat terima perbedaan awal Ramadhan