Natuna, Kepri (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, memprioritaskan penyaluran minyak goreng melalui skema domestic market obligation (DMO) di area Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian di Natuna, Kepri, Rabu, menjelaskan prioritas tersebut didasarkan pada keterbatasan stok yang tersedia saat ini.

Hal ini bertujuan agar distribusi berjalan lebih terkontrol dan tepat sasaran, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan di pasar utama.

"Dengan jumlah persediaan yang masih terbatas, Bulog memilih untuk fokus melayani toko-toko yang berada di dalam jaringan SP2KP. Saat ini, stok mencapai 1.860 liter," ucapnya.

Minyak goreng yang disalurkan merupakan bagian dari kebijakan DMO, yang mana harga jualnya tidak boleh melebihi harga acuan pembelian atau penjualan (HAP) sebesar Rp15.700 per liter.

Baca juga: Pertamina AFT Batam: Stok avtur aman hingga 42 hari

Sementara itu, pelaku usaha memperoleh pasokan dari Perum Bulog dengan harga Rp14.500 per liter, sehingga masih memiliki ruang untuk distribusi yang wajar tanpa memberatkan konsumen.

Sejak 2026, Perum Bulog resmi ditugaskan sebagai penyalur minyak goreng, selain menjalankan peran utamanya dalam menjaga cadangan beras pemerintah.

Dengan peran baru itu, Perum Bulog berharap bisa membantu pemerintah menjaga pasokan dan stabilisasi harga beras dan minyak goreng.

"Apabila stok minyak goreng yang dikuasai meningkat di kemudian hari, maka penyaluran akan diperluas hingga mencakup toko dan kios di luar area SP2KP," ujar dia.


Baca juga: BGN perbolehkan penggunaan ikan untuk menu MBG di Kepri