Anambas (Antara Kepri) - Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan minimnya sarana infrastruktur menghambat pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Perwakilan Direktorat Jendral Pengembangan Destinasi Wisata, Kenneth Gibson Sihombing, di Anambas, Jumat mengatakan, pihaknya akan berusaha mencari investor sekaligus membantu membangun infrastruktur di area pariwisata Kepulauan Anambas.

"Kita sudah mengunjungi beberapa kawasan pariwisata di kepulauan Anambas, seperti Pulau Ayam, Pulau Mengkait, Pulau Karas dan Pulau Penjalin. Pulau-pulau itu sangat menjanjikan, tapi yang berat itu dari segi infrastruktur, masih sangat kurang,” katanya.

Dijelaskannya, masalah tersebut membuat investor enggan berinvestasi. Namun, bukan tidak mungkin ada investor yang mau berinvestasi sekaligus membangun infrastruktur di kawasan wisata tersebut. 

Namun, kata Gibson, untuk mendukung hal tersebut dia berharap Pemkab Anambas secepatnya memperlancar jalur transportasi. Bukan hanya dari segi volume, namun juga biaya yang terjangkau.

“Kita berharap bandara yang sedang dibangun ini segera rampung, sehingga volume transportasi meningkat dan harganya juga murah. Dengan demikian investor masuk Anambas juga semakin mudah,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris menjelaskan bahwa peningkatan sarana transportasi dari dan menuju Anambas sedang digesa. Sebagai contoh Bandara Letung di Kecamatan Jemaja akan rampung pada 2016. Tidak hanya itu, Bandara Matak di Kecamatan Palmatak yang selama ini menjadi andalan transportasi udara juga sedang dalam pembenahan.
Kemudian, pembuatan dan pelebaran apron bandara yang sampai hari ini masih dalam pengerjaan.

"Kita berharap setelah pembenahan Bandara Matak selesai, jadwal penerbangan bisa ditambah menjadi 2 kali sehari,  ini otomatis akses keluar masuk semakin lancar, dan mudah-mudahan semakin murah,” kata orang nomor dua di Anambas ini.

Pada hari ini, tim dari Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengunjungi sejumlah pulau wisata yang dianggap bisa dijual kepada investor bertaraf iternasional.

Gibson menjelaskan, instansinya sengaja menyewa tim fotografer dan videografer professional untuk menggarap profil sejumlah pulau yang dianggap potensial tersebut. Pascapenggarapan yang dilakukan timnya, Gibson akan mengundang kembali Pemkab Anambas untuk melihat, apakah masih ada yang kurang atau yang salah dari profil yang dibuatnya tersebut.

"Jadi kita akan buat profil pulau-pulau tersebut. Untuk melihat Pulau Ayam dalam 180 derajat, tidak perlu putar-putar kepala, karena dalam video itu sudah kita sajikan dengan sangat apik. Kalau sudah selesai kita akan undang lagi Pemda untuk mengoreksi, apakah ada yang salaah atau ada yang kurang. Jadi semua profilnya lengkap dan tepat,” ujar Gibson. (Antara)

Editor: Rusdianto