Kerajinan Kerang Batam Diminati Wisman
Jumat, 18 April 2014 17:37 WIB
Batam (Antara Kepri) - Berbagai hasil kerajinan yang terbuat dari kerang dan gonggong khas Kota Batam, Kepulauan Riau, diminati wisatawan mancanegara untuk dijadikan oleh-oleh saat bepergian ke daerah itu.
"Kerajinan kerang ini banyak diminati turis, terutama orang-orang Singapura," kata pengrajin kerang, Edna, dalam Batam National Expo di Batam, Jumat.
Edna menyulap limbah kerang menjadi berbagai produk kerajinan seperti lampu hias berbentuk mawar, lampu hias gonggong, tempat tisu dan lainnya.
Menurut dia, kebanyakan wisman menyukai kerajinan kerang dan gonggong yang unik untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Selain ada juga pelanggan asal Singapura yang minta dibuatkan banyak untuk dekorasi kafe.
Sayangnya, meski kerajinan gonggong diminati, namun belum diproduksi secara massal. "Sifatnya masih rumahan, belum industri besar," ucapnya.
Dalam mengkreasikannya pun, pengrajin masih menggunakan alat sederhana, ditempel dan dipotong satu per satu.
Edna sendiri mengumpulkan kerang dan gonggong sendirian di Pantai Nongsa serta membelinya dari rumah makan "sea food" yang berada di Bengkong.
"Jadi sebenarnya limbah yang dikumpulkan tukang cuci piring. Kami membeli dari mereka," kata Edna.
Selain membeli dari tukang cuci piring restoran "sea food", Edna juga mengumpulkan sendiri di Pantai Nongsa dan sekitarnya.
Di tempat yang sama, wisman asal Singapura, Tiana menyatakan mengagumi hasil kreasi kerang asal Batam.
"Yang diproduksi di Batam sangat unik dan moderen. Jadi meski pun dari bahan alam, namun didesain moderen, membuat karyanya lebih unik," kata dia.
Selain Batam, Kabupaten Kepulauan Mentawai juga menyajikan berbagai kerajinan yang terbuat dari kerang.
"Kreasi selain dari Batam, desainnya masih sangat sederhana, kurang menarik," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Kerajinan kerang ini banyak diminati turis, terutama orang-orang Singapura," kata pengrajin kerang, Edna, dalam Batam National Expo di Batam, Jumat.
Edna menyulap limbah kerang menjadi berbagai produk kerajinan seperti lampu hias berbentuk mawar, lampu hias gonggong, tempat tisu dan lainnya.
Menurut dia, kebanyakan wisman menyukai kerajinan kerang dan gonggong yang unik untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Selain ada juga pelanggan asal Singapura yang minta dibuatkan banyak untuk dekorasi kafe.
Sayangnya, meski kerajinan gonggong diminati, namun belum diproduksi secara massal. "Sifatnya masih rumahan, belum industri besar," ucapnya.
Dalam mengkreasikannya pun, pengrajin masih menggunakan alat sederhana, ditempel dan dipotong satu per satu.
Edna sendiri mengumpulkan kerang dan gonggong sendirian di Pantai Nongsa serta membelinya dari rumah makan "sea food" yang berada di Bengkong.
"Jadi sebenarnya limbah yang dikumpulkan tukang cuci piring. Kami membeli dari mereka," kata Edna.
Selain membeli dari tukang cuci piring restoran "sea food", Edna juga mengumpulkan sendiri di Pantai Nongsa dan sekitarnya.
Di tempat yang sama, wisman asal Singapura, Tiana menyatakan mengagumi hasil kreasi kerang asal Batam.
"Yang diproduksi di Batam sangat unik dan moderen. Jadi meski pun dari bahan alam, namun didesain moderen, membuat karyanya lebih unik," kata dia.
Selain Batam, Kabupaten Kepulauan Mentawai juga menyajikan berbagai kerajinan yang terbuat dari kerang.
"Kreasi selain dari Batam, desainnya masih sangat sederhana, kurang menarik," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Batik karya narapidana dipromosikan di Gedung Gonggong Tanjungpinang
16 November 2019 18:57 WIB, 2019
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Bappenas: Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Penyengat bisa jadi destinasi wisata
11 April 2026 11:35 WIB
Harga tiket reri Singapura-Batam naik, Disbudpar pastikan wisata tetap normal
13 March 2026 15:42 WIB
Sering ngantuk saat puasa? Ahli Gizi: Jangan andalkan kopi saat sahur, ini risikonya
24 February 2026 17:36 WIB
Komunitas The Speakers' Room cara seru latihan Bahasa Inggris pekerja di Batam
04 January 2026 7:26 WIB