Linda Pilih jadi Aktivis Selepas Jabat Menteri
Jumat, 3 Oktober 2014 20:19 WIB
Linda Amalia Sari Gumelar (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar memilih untuk menjadi aktivis sosial, usai melepaskan jabatannya sebagai Menteri era Kabinet Indonesia Bersatu, akhir Oktober 2014.
"Setelah ini saya akan bekerja untuk pemberdayaan perempuan di bidang politik," kata Linda di Batam Kepulauan Riau, Jumat.
Perempuan kelahiran 15 November 1951 itu mengatakan lebih baik tetap mengabdikan diri, menjadi pekerja sosial, bekerja untuk pemberdayaan perempuan.
Linda memilih untuk memberdayakan perempuan agar lebih banyak perempuan yang berperan di legislatif, yudikatif dan eksekutif.
"Saya pikir, ada bagusnya jumlah kami banyak di yudikatif, legislatif dan eksekutif. Maka perlu perempuan di bidang politik," kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) periode 2004-2009.
Dalam kesempatan itu, Linda menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan 10 provinsi di Pulau Sumatera.
"Saya menjabat tinggal 17 hari lagi, saya pamit. Seperti Gubernur DKI pamit kemarin," kata Linda usai menyaksikan pembentukan Forum P3A di Batam, Jumat.
Linda berharap Pemerintahan yang akan datang tetap mempertahankan Kementerian P3A. Meski bukan lagi dia yang menjabat.
"Saya harap PPPA tetap ada. Karena kementerian ini bagus, isunya juga kuat, masyarakat butuh perlindungan anak, gender. Mudah-mudahan didengar," kata ibu dari Haris Khaseli Gumelar dan Armi Dianti Gumelar.
Apalagi, ia juga sudah menyiapkan gedung untuk Kementerian PPPA yang baru.
Kepada seluruh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di seluruh Indonesia, Linda mengucapkan terima kasih atas kerja samanya menyukseskan program-program kementerian.
"Pemerintah pusat tidak bisa lakukan apa-apa tanpa dibantu daerah. Keberhasilan pemerintah pusat karena dukungan dan kerja keras teman-teman di daerah juga," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Setelah ini saya akan bekerja untuk pemberdayaan perempuan di bidang politik," kata Linda di Batam Kepulauan Riau, Jumat.
Perempuan kelahiran 15 November 1951 itu mengatakan lebih baik tetap mengabdikan diri, menjadi pekerja sosial, bekerja untuk pemberdayaan perempuan.
Linda memilih untuk memberdayakan perempuan agar lebih banyak perempuan yang berperan di legislatif, yudikatif dan eksekutif.
"Saya pikir, ada bagusnya jumlah kami banyak di yudikatif, legislatif dan eksekutif. Maka perlu perempuan di bidang politik," kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) periode 2004-2009.
Dalam kesempatan itu, Linda menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan 10 provinsi di Pulau Sumatera.
"Saya menjabat tinggal 17 hari lagi, saya pamit. Seperti Gubernur DKI pamit kemarin," kata Linda usai menyaksikan pembentukan Forum P3A di Batam, Jumat.
Linda berharap Pemerintahan yang akan datang tetap mempertahankan Kementerian P3A. Meski bukan lagi dia yang menjabat.
"Saya harap PPPA tetap ada. Karena kementerian ini bagus, isunya juga kuat, masyarakat butuh perlindungan anak, gender. Mudah-mudahan didengar," kata ibu dari Haris Khaseli Gumelar dan Armi Dianti Gumelar.
Apalagi, ia juga sudah menyiapkan gedung untuk Kementerian PPPA yang baru.
Kepada seluruh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di seluruh Indonesia, Linda mengucapkan terima kasih atas kerja samanya menyukseskan program-program kementerian.
"Pemerintah pusat tidak bisa lakukan apa-apa tanpa dibantu daerah. Keberhasilan pemerintah pusat karena dukungan dan kerja keras teman-teman di daerah juga," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mensos tegaskan para siswa lulusan Sekolah Rakyat tak boleh ada yang menganggur
29 April 2026 16:43 WIB
Menteri Purbaya sebut RI jalankan "survival mode" hadapi ketidakpastian global
22 April 2026 16:35 WIB
Para menteri luar negeri Arab desak Iran bayar ganti rugi atas penutupan Hormuz
22 April 2026 10:53 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Angkat estetika kuliner Bali, serial 'Luka, Makan, Cinta' Resmi Rilis di Netflix
15 April 2026 15:58 WIB
Hyundai IONIQ 6 N kembali raih penghargaan global "World Performance Car 2026"
04 April 2026 13:10 WIB