Satu Sipil Tertembak saat Bentrok Batam
Kamis, 20 November 2014 16:05 WIB
Batam (Antara Kepri) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membenarkan seorang warga sipil terkena tembakan peluru salah sasaran saat bentrok oknum anggota TNI Yonif 134 Tuah Sakti dan Brimob Polda Kepri, Rabu (19/11) malam.
"Selain satu anggota TNI yang meninggal, ada seorang masyarakat sipil terkena tembakan," kata dia di Polda Kepri, Batam, Kamis.
Anggota TNI yang meninggal adalah Bripka JK Marpaung setelah tertembak dari belakang pada bagian punggung, sementara warga sipil bernama Kamdani mengalami luka tembak pada bagian paha kanan dan mendapatkan perawatan di RS Otorita BP Batam, Sekupang.
"Semua biaya pengobatan akan kami tanggung. Kami juga akan menyelidiki jenis senjata yang digunakan untuk mengetahui korban terkena peluru nyasar dari siapa," kata dia.
Untuk anggota yang meninggal, kata dia, sudah diterbangkan ke Medan Sumatera Utara pada Kamis pagi bersama keluarganya untuk prosesi pemakaman.
Kamdani merupakan pekerja bangunan di SD IT Insan Harapan yang posisinya berhadapan dengan Markas Brimob meski berjarak beberapa ratus meter.
Sarjuki yang mengantarkan korban ke rumah sakit mengatakan saat kejadian Kamdani tengah berada di lantai tiga bangunan SD tersebut.
"Dia bilang awalnya mendengar seperti suara berdesing terus Kamdani merasakan pahanya panas. Ternyata terkena peluru," kata Sarjuki.
Saat ini, kata dia, korban masih menunggu operasi pengangkatan proyektil dari paha kanannya.
Aksi bentrok antara oknum dua institusi mengakibatkan sejumlah kerusakan di Markas Brimob Polda Kepri. Selain banyak terdapat bekas tembakan, juga ada bekas pembakaran pada Barak Teratai.
Saat ini kondisi sudah kondusif setelah sejumlah petinggi TNI dan Polri melakukan pertemuan di Polda Kepri. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Selain satu anggota TNI yang meninggal, ada seorang masyarakat sipil terkena tembakan," kata dia di Polda Kepri, Batam, Kamis.
Anggota TNI yang meninggal adalah Bripka JK Marpaung setelah tertembak dari belakang pada bagian punggung, sementara warga sipil bernama Kamdani mengalami luka tembak pada bagian paha kanan dan mendapatkan perawatan di RS Otorita BP Batam, Sekupang.
"Semua biaya pengobatan akan kami tanggung. Kami juga akan menyelidiki jenis senjata yang digunakan untuk mengetahui korban terkena peluru nyasar dari siapa," kata dia.
Untuk anggota yang meninggal, kata dia, sudah diterbangkan ke Medan Sumatera Utara pada Kamis pagi bersama keluarganya untuk prosesi pemakaman.
Kamdani merupakan pekerja bangunan di SD IT Insan Harapan yang posisinya berhadapan dengan Markas Brimob meski berjarak beberapa ratus meter.
Sarjuki yang mengantarkan korban ke rumah sakit mengatakan saat kejadian Kamdani tengah berada di lantai tiga bangunan SD tersebut.
"Dia bilang awalnya mendengar seperti suara berdesing terus Kamdani merasakan pahanya panas. Ternyata terkena peluru," kata Sarjuki.
Saat ini, kata dia, korban masih menunggu operasi pengangkatan proyektil dari paha kanannya.
Aksi bentrok antara oknum dua institusi mengakibatkan sejumlah kerusakan di Markas Brimob Polda Kepri. Selain banyak terdapat bekas tembakan, juga ada bekas pembakaran pada Barak Teratai.
Saat ini kondisi sudah kondusif setelah sejumlah petinggi TNI dan Polri melakukan pertemuan di Polda Kepri. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hamas desak Dewan Perdamaian hentikan serangan Israel ke warga sipil di Gaza
02 September 2026 10:53 WIB
Polisi pastikan mobil Alphard viral trobos zebra cross di Bundaran HI milik warga sipil
28 July 2026 12:00 WIB
Presiden Korea Selatan sampaikan penyesalan insiden drone sipil ke wilayah Korea Utara
06 April 2026 16:17 WIB
Polri evaluasi soal desakan tarik Brimob dari pengamanan sipil usai kasus penganiayaan anak
25 February 2026 14:08 WIB
Gaza peringatkan relokasi 1,3 juta warga sipil ke Selatan hampir mustahil
25 August 2025 14:41 WIB, 2025
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polres Karimun perkuat peran bhabinkamtibmas dalam mencegah kasus bunuh diri
12 September 2026 17:56 WIB
KPK panggil 2 pihak swasta dan seorang IRT terkait kasus pemerasan izin tinggal WNA
11 September 2026 15:32 WIB
KPK respons permintaan pihak Gus Alex untuk hadirkan Jokowi dalam sidang kasus kuota haji
11 September 2026 11:16 WIB