Karimun (Antara Kepri) - Direktur Utama Perusda Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Devanan Syam yang dilantik untuk masa jabatan 2014-2018 pada Selasa (23/12), diminta membenahi unit-unit usaha yang selama ini dinilai belum maksimal dalam melayani masyarakat.

"Yang perlu dibenahi dengan segera adalah manajemen SPBU dan pelayanan air bersih. Dua unit usaha ini selama ini menjadi sorotan karena pelayanannya masih buruk," kata mantan anggota DPRD Karimun Raja Zuriantiaz di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Raja Zuriantiaz mengatakan, pelayanan di SPBU Jalan Soekarno Hatta, SPBU yang sahamnya mayoritas dimiliki Perusda harus dibenahi, terutama untuk mengantisipasi sering putusnya persediaan BBM yang memicu antrean panjang kendaraan bermotor.

Buruknya pelayanan, menurut dia juga berpotensi terjadinya penyimpangan, seperti maraknya para pelangsir BBM yang mendominasi antrean, lalu menjual BBM itu secara eceran di kios-kios tanpa izin.

"Harus dibenahi, rombak manajemen agar tidak ada lagi penyelewengan sebagaimana terungkap beberapa waktu lalu, dan saat ini masih dalam penyidikan di Polres Karimun," katanya.

Pelayanan unit usaha air bersih, menurut dia juga harus menjadi perhatian serius karena unit usaha ini belum mampu melayani konsumen dengan baik. Selain pendistribusian air yang sering macet, unit usaha air bersih juga belum maksimal dalam melayani kebutuhan air bersih yang ditandai belum adanya penambahan konsumen dalam jumlah besar.

"Masyarakat juga mempertanyakan rencana pemanfaatan waduk Sentani untuk menambah volume air bersih yang didistribusikan. Padahal, rencana itu sudah dimulai dengan peletakan batu pertama pembangunan instalasi air bersih di waduk itu beberapa tahun lalu, tapi sampai saat ini belum terealisasi," ucapnya.

Ia menambahkan peningkatan pelayanan air bersih juga harus dilakukan di pulau-pulau lain, seperti di Pulau Kundur yang juga belum maksimal.

"Setelah semuanya dibenahi, baru berfikir untuk target kontribusi bagi PAD yang selama ini masih nihil, bahkan saya baca di koran Perusda berutang pajak pemanfaatan permukaan air tanah kepada pemerintah provinsi," tuturnya.

Ia berharap keberadaan Perusda benar-benar berorientasi kepentingan publik, di samping mencari keuntungan atau "profit oriented", sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif bahwa Perusda hanya alat bagi oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi.

"Jangan sampai Perusda dianggap sebagai perusahaan tempat oknum pejabat mencari duit, tetapi buktikan bahwa Perusda itu untuk kepentingan daerah dan masyarakat," katanya.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Karimun Amirullah yang menegaskan bahwa pembenahan manajemen SPBU Jalan Soekarno Hatta benar-benar menjadi prioritas Dirut Perusda.

"SPBU menjadi sorotan karena pelayanan yang buruk, pelangsir merajelela, angkutan umum sempat mengeluh karena harus antre berlama-lama mendapatkan BBM," katanya.

Ia berharap kelangkaan BBM akibat pasokan terputus tidak terjadi karena akan berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, termasuk angkutan umum.

Devanan Syam dilantik sebagai Dirut Perusda Karimun oleh Bupati Karimun Nurdin Basirun masa jabatan 2014-2018 di Gedung Nilam Sari Kantor Bupati Karimun.

Devanan, merupakan kandidat peraih nilai tertinggi dari 12 pelamar yang mengikuti seleksi calon Dirut Perusda Karimun menyisihkan Adi Firmanto dalam uji kepatutan dan kelayakan tahap akhir, serta mendapat rekomendasi dalam rapat paripurna DPRD Karimun untuk dilantik, menggantikan Pelaksana Tugas Dirut Perusda Karimun Muhammad Hasbi.

"Saya minta Dirut Perusda yang baru dilantik dapat melaksanakan tugas dengan baik berperan aktif memajukan perekonomian daerah," kata Nurdin Basirun.

Nurdin mengatakan, tantangan dan tugas Devanan Syam sangat berat dalam memajukan badan usaha milik daerah tersebut, antara lain  mengembangkan unit-unit usaha serta mampu menggali potensi pendapatan perusahaan yang baru.

Menurut dia, kondisi Kabupaten Karimun yang masih dalam masa pertumbuhan, sebenarnya sudah mulai bersaing di tingkat nasional. Letak Karimun yang strategis berbatasan dengan Singapura dan Malaysia merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Dirut Perusda dalam memajukan perusahaan.

"Saya harapkan Dirut Perusda bersikap jujur, sabar serta ikhlas dalam bekerja. Tata kembali manajemen Perusda agar menjadi lebih baik dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah," katanya. (Antara)

Editor: Sutjie Suryatie