PKS Bantah Dukung Sani dalam Pilkada
Senin, 30 Maret 2015 20:42 WIB
Batam (Antara Kepri) - Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kota Batam Kepulauan Riau membantah telah memberikan dukungan penuh kepada Muhammad Sani dalam Pilkada Kepri tahun 2015.
"Untuk Pilgub kami belum putus, tetap masih dua, antara Sani dan Soerya," kata Ketua DPD PKS Batam Taufiq Hermawan di Batam, Senin.
Bahkan, kata dia, PKS Batam lebih condong untuk mendukung Soerya Respationo untuk menjadi calon gubernur, bukannya Muhammad Sani.
Walaupun, kata dia, penentuan siapa yang akan maju dalam Pilkada Kepri ditentukan oleh DPW dan DPP.
"Di internal Kepri, kami dinamis," kata dia.
Di Kepri, masing-masing DPD di tiap kabupaten kota mengusung calon gubernur masing-masing. DPD Karimun mengusung Nurdin Basirun, DPD Tanjungpinang-Bintan mengusung Muhammad Sani dan DPD Batam mengusung Soerya Respationo.
Sedang tiga kabupaten kota lainnya, Natuna, Anambas dan Lingga, masing-masing DPP-nya belum memberikan masukan.
"Tapi kalau melihat dari banyaknya jumlah pemilih, 60 persen lebih di Batam," kata dia.
Di tempat yang sama, Humas DPW PKS Kepri Prijanto mengatakan partainya memang memberikan ruang yang lebih luas untuk daerah dalam menetapkan calon yang akan diusung dalam Pilkada.
Karena itu, DPW membiarkan setiap DPD menggaungkan calon gubernur pilihan masing-masing.
"Porsinya, bisa 75 persen-25 persen, 75 persen untuk daerah," kata dia.
Meski nantinya keputusan tetap di tangan DPW dan PKS, karena SK berasal dari pimpinan.
Ia juga membenarkan partainya belum memberikan keputusan mendukung Muhammad Sani sebagai calon gubernur, seperti yang diberitakan media massa.
"Belum, PKS masih menghitung," kata dia.
Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan Muhammad Sani sempat menyatakan sudah mendapatkan dukungan dari PKS.
Meski belum ada dukungan tertulis, pria yang kini menjabat Gubernur Kepri mengatakan sudah melakukan komunikasi intensif dan mendapatkan dukungan lisan dari Partai Demokrat, Partai Gerindra dan PPP.
"Sudah hampir pasti," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Untuk Pilgub kami belum putus, tetap masih dua, antara Sani dan Soerya," kata Ketua DPD PKS Batam Taufiq Hermawan di Batam, Senin.
Bahkan, kata dia, PKS Batam lebih condong untuk mendukung Soerya Respationo untuk menjadi calon gubernur, bukannya Muhammad Sani.
Walaupun, kata dia, penentuan siapa yang akan maju dalam Pilkada Kepri ditentukan oleh DPW dan DPP.
"Di internal Kepri, kami dinamis," kata dia.
Di Kepri, masing-masing DPD di tiap kabupaten kota mengusung calon gubernur masing-masing. DPD Karimun mengusung Nurdin Basirun, DPD Tanjungpinang-Bintan mengusung Muhammad Sani dan DPD Batam mengusung Soerya Respationo.
Sedang tiga kabupaten kota lainnya, Natuna, Anambas dan Lingga, masing-masing DPP-nya belum memberikan masukan.
"Tapi kalau melihat dari banyaknya jumlah pemilih, 60 persen lebih di Batam," kata dia.
Di tempat yang sama, Humas DPW PKS Kepri Prijanto mengatakan partainya memang memberikan ruang yang lebih luas untuk daerah dalam menetapkan calon yang akan diusung dalam Pilkada.
Karena itu, DPW membiarkan setiap DPD menggaungkan calon gubernur pilihan masing-masing.
"Porsinya, bisa 75 persen-25 persen, 75 persen untuk daerah," kata dia.
Meski nantinya keputusan tetap di tangan DPW dan PKS, karena SK berasal dari pimpinan.
Ia juga membenarkan partainya belum memberikan keputusan mendukung Muhammad Sani sebagai calon gubernur, seperti yang diberitakan media massa.
"Belum, PKS masih menghitung," kata dia.
Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan Muhammad Sani sempat menyatakan sudah mendapatkan dukungan dari PKS.
Meski belum ada dukungan tertulis, pria yang kini menjabat Gubernur Kepri mengatakan sudah melakukan komunikasi intensif dan mendapatkan dukungan lisan dari Partai Demokrat, Partai Gerindra dan PPP.
"Sudah hampir pasti," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo diapit petinggi PKS yang bersyal Palestina saat hadiri Munas VI PKS
29 September 2025 12:03 WIB
KPU Kepri sebut lima parpol bisa ajukan calon kepala daerah tanpa koalisi
27 August 2024 8:34 WIB, 2024
PKS sebut duet Anies-Sohibul di pilkada Jakarta 2024 sudah kedaluwarsa
10 August 2024 15:57 WIB, 2024
PKS serahkan rekomendasi dukungan kepada Rudi-Aunur Rafiq di Pilkada Kepri
10 August 2024 12:10 WIB, 2024
PKS buka opsi meninggalkan Anies, PDI Perjuangan: Kehidupan demokrasi tak sehat
08 August 2024 19:26 WIB, 2024
PKS buka opsi tinggalkan Anies dan bergabung ke KIM usung Ridwan Kamil
08 August 2024 13:55 WIB, 2024